PURWASUKA - Kabupaten Purwakarta terletak ditengah kota besar antara Bandung dan Jakarta. Dikenal sebagai Kota pension karena suasananya yang jauh dari hiruk–piruk kendaraan dan lalu – lalang manusia.
Namun julukan Kota pension sudah tidak berlaku lagi. Hasil dari pembangunan infrastruktur yang berbasis budaya menyebabkan julukan Kota Pensiun berubah menjadi daerah wisata didukung dengan infrastruktur yang diciptakan pemerintah daerah Purwakarta.
Kini Purwakarta menjadi target destinasi wisata di jawa barat. Salah satu wisata yang selalu menjadi idaman di Kota Purwakarta adalah Museum Bale Indung Rahayu. Salah satu wisata edukasi yang disajikan secara modern di tengah Kota Purwakarta.
Museum dengan tema yang berkaitan dengan sosok ibu, mulai dari proses kelahiran manusia dan peran seornag ibu yang ditampilkan secara apik melalui seni relief, lukisan, pahat, dan bangunan.
Bale indung rahayu memiliki arti nama “Tempat Kemuliaan Ibu”, menjadi tujuan wisata dengan tema edukasi. Lokasinya yang dekat dengan mascot utama Kota Purwakarta, Taman Air Mancur Sri Baduga menjadikan Bale Indung Rahayu sebagai salah satu tempat persinggahan wisata.
Kota Purwakarta memiliki banyak destinasi wisata budaya yang menjadi media pembalajaran sekaligus wisata menarik untuk dikunjungi. Jika kamu ingin belajar kebudayaan sunda hingga mempelajari bagaimana perjalanan hidup manusia, Museum Bale Indung Rahayu menjadi pilihan yang tepat.
Museum Bale Indung Rahayu dikemas dengan semenarik mungkin, kekinian, hingga menggunakan teknologi digital. Akses yang diberikanpun gratis alias tidak dipungut biaya. Memiliki jam operasional setiap hari selasa hingga minggu, mulai dibuka pukul 10.00–18.00 WIB.
Selain itu, Museum tersebut juga memiliki fasilitas area parkir, toilet, beragam gambar bersejarah, benda edukasi, barang–barang hingga ruanga bersejarah.
Museum Bale Indung Rahayu memiliki beberapa ruangan atau bale yang pastinya berisikan tentang hal–hal menarik untuk dipelajari tentunya. Yakni:
Baca Juga: 5 Tips Ampuh untuk Belajar Lebih Cepat dan Efektif
1. Bale kabuyutan
Bale kabuyutan memperlihatkan tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat sunda dan tidak sembarangan orang bisa masuk kedalamnya. Disajikan dengan efek suara berupa suara kodok, jangkrik, bahkan harimau menjadikan suasana menjadikan suasana sakran tampak lebih terasa.
2. Bale Kelahiran
Bale Kelahiran menyajikan situasi Ketika bayi yang sedang berada didalam Rahim ibu dan disertakan dengan suara tangis bayi, sehingga menggambarkan suasana bayi setelah hadir kedunia.
3. Bale music
Bale musik merupakan bale terakhir yang disajikan di museum balai indung rahayu. Menyajikan berbagai alat music tradisional sunda. Seperti angklung, yang menjadi salah satu alat musil asli budaya Indonesia khususnya sunda, dan sudah mendunia hingga diakui oleh UNESCO.
4. Bale kaulinan
berisikan berbagai macam permainan tradisional jaman dulu yang sering dimainkan oleh anak – anak. Tidak hanya dapat dilihat, namun permainan yang disajikan dapat digunakan dilokasi tersebut seperti congklak, huhuian, dan ngadu muncang. Saat ini permain tersebut sudah sangat jarang dilakukan oleh anak – anak jaman sekarang.
5. Bale pawon
Bale pawon, yaitu ruang dapur menyajikan berbagai macam peralatan dapur yang sangat khas digunakan pada jaman dahulu.
6. Bale arsitektur
Bale arsitektur menyajikan gaya arsitektur rumah sunda yang disebut Tri Tangtu dan memiliki arti Tiga Keniscayaan hidup.
Penulis: Anne Prasetyawati
(Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Telkom Bandung)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bodi Mungil Gaya Menawan, Mampukah Wuling Baru Ini Geser Dominasi Air EV?
-
Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Mudik Gratis Pemkot Medan 2026 Segera Dibuka, Ini Cara Pendaftarannya
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
Rumor Panas! Jurgen Klopp Latih Real Madrid atau Timnas Jerman? Bos Red Bull Buka Suara
-
Mobil Rp8,5 M Gubernur Kaltim Viral, Ini Aturan Resmi Kendaraan Dinas Kepala Daerah
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
Vonis 10 Tahun Penjara: Agus Purwono 'Lolos' dari Tuntutan Maksimal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak