PURWASUKA - Pameran lukisan tunggal bertemakan Sayap Patah karya Irjen Polisi Chryshnanda Dwilaksana di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung resmi dibuka hari ini, Minggu (3/9/2023).
Ada sebanyak 347 karya Kasespim Polri itu yang dipamerkan. Menurut sang empunya karya, tema Sayap Patah merupakan refleksi terhadap kondisi sosial budaya Tanah Air yang terjadi saat ini.
"Ini karya-karya merupakan suatu refleksi atas situasi dan kondisi yg terjadi sekarang ini memang kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan harmoni maka hidup dan kehidupan ini bisa mendukung produktivitas," ujar jenderal bintang dua itu kepada awak media, Mingu (3/9/2023).
Chryshnanda menerangkan, melalui pameran ini, dia mencoba memperlihatkan kontradiktif jika persatuan dan kesatuan bangsa tak terjaga.
"Kalau kita lihat sayap itu harmoni, ketika sayap ini patah terluka sakit dan kontraproduktif dan suasananya menjadi disharmoni. Ini karya suatu refleksi agar kita sadar teringat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini. Apapun suasananya apapun situasi kondisinya jangan terpancing untuk menghancurkan karena kita harus cita sebagai anak bangsa," katanya.
Sebagai seorang polisi, Chryshnanda mengakui jika tak mudah mencuri waktu untuk menjalani hobinya ini. Melukis sendiri, kata dia sudah menjadi hobinya sejak masih duduk di bangku sekolah.
"Saya (suka melukis) dari SD. Jadi dengan kecintaan ini, (waktu melukis) pasti ada bisa di luangkan. Untuk mencari ruang dan tempat cari apa saja ekspresi," ucapnya.
Sementara itu Kurator pameran Sayap Patah, Isa Perkasa mengatakan saat Chryshnanda menyodorkan soal tema pameran, ia langsung menyambut baik keinginan Jendral bintang dua polisi tersebut.
Pasalnya tema yang diangkatnya itu, bertepatan dengan mendekati tahun politik. Hal itu pun lanjut Isa menjadi bagian penting juga, karena tema pameran mengangkat soal isu persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jadi waktu tema yang disodorkan tentang Sayap Patah itu tentang situasi tahun politik ini. Itu bagi bagi saya menjadi poin penting karena memang seperti pemilu sebelumnya kita terpecah dalam satu rumah saja bisa saling bermusuhan," katanya.
"Saya lihat jangan sampai terjadi seperti (kemarin)ini, jangan sampai politik identitas dipakai lagi. Karena dampaknya ada bom bunuh diri," katanya.
Menurutnya Isa, sosok Chryshnanda merupakan seseorang yang produktif. Dia tengah kesibukannya perwira tinggi polisi itu tetap meluangkan sedikit waktunya, untuk berkarya.
"Beliau luar biasa produktifnya jadi hiperproduktif. Ditengah kesibukannya sebagai polisi dan rektor Sespim yang sibuk sekali dapat menginspirasi kita, saya juga sebagai seninam tidak seproduktif itu," pungkasnya.
PURWASUKA - Pameran lukisan tunggal bertemakan Sayap Patah karya Irjen Polisi Chryshnanda Dwilaksana di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung resmi dibuka hari ini, Minggu (3/9/2023).
Ada sebanyak 347 karya Kasespim Polri itu yang dipamerkan. Menurut sang empunya karya, tema Sayap Patah merupakan refleksi terhadap kondisi sosial budaya Tanah Air yang terjadi saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan