"Ini karya-karya merupakan suatu refleksi atas situasi dan kondisi yg terjadi sekarang ini memang kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan harmoni maka hidup dan kehidupan ini bisa mendukung produktivitas," ujar jenderal bintang dua itu kepada awak media, Mingu (3/9/2023).
Chryshnanda menerangkan, melalui pameran ini, dia mencoba memperlihatkan kontradiktif jika persatuan dan kesatuan bangsa tak terjaga.
"Kalau kita lihat sayap itu harmoni, ketika sayap ini patah terluka sakit dan kontraproduktif dan suasananya menjadi disharmoni. Ini karya suatu refleksi agar kita sadar teringat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini. Apapun suasananya apapun situasi kondisinya jangan terpancing untuk menghancurkan karena kita harus cita sebagai anak bangsa," katanya.
Sebagai seorang polisi, Chryshnanda mengakui jika tak mudah mencuri waktu untuk menjalani hobinya ini. Melukis sendiri, kata dia sudah menjadi hobinya sejak masih duduk di bangku sekolah.
"Saya (suka melukis) dari SD. Jadi dengan kecintaan ini, (waktu melukis) pasti ada bisa di luangkan. Untuk mencari ruang dan tempat cari apa saja ekspresi," ucapnya.
Sementara itu Kurator pameran Sayap Patah, Isa Perkasa mengatakan saat Chryshnanda menyodorkan soal tema pameran, ia langsung menyambut baik keinginan Jendral bintang dua polisi tersebut.
Pasalnya tema yang diangkatnya itu, bertepatan dengan mendekati tahun politik. Hal itu pun lanjut Isa menjadi bagian penting juga, karena tema pameran mengangkat soal isu persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jadi waktu tema yang disodorkan tentang Sayap Patah itu tentang situasi tahun politik ini. Itu bagi bagi saya menjadi poin penting karena memang seperti pemilu sebelumnya kita terpecah dalam satu rumah saja bisa saling bermusuhan," katanya.
"Saya lihat jangan sampai terjadi seperti (kemarin)ini, jangan sampai politik identitas dipakai lagi. Karena dampaknya ada bom bunuh diri," katanya.
Menurutnya Isa, sosok Chryshnanda merupakan seseorang yang produktif. Dia tengah kesibukannya perwira tinggi polisi itu tetap meluangkan sedikit waktunya, untuk berkarya.
"Beliau luar biasa produktifnya jadi hiperproduktif. Ditengah kesibukannya sebagai polisi dan rektor Sespim yang sibuk sekali dapat menginspirasi kita, saya juga sebagai seninam tidak seproduktif itu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris