/
Jum'at, 13 Mei 2022 | 06:20 WIB
Istimewa

SUARAPURWOKERTO. ID, Isu LGBT kembali mengemuka pasca podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay Ragil Mahardika dan Frederick Vollert.  Deddy menuai kecaman warganet karena mengundang pasangan gay yang masih tabu di Indonesia. 


Belakangan Deddy menghapus konten videonya bersama pasangan gay usai terus mendapat kritikan warganet. 


Terlepas dari kasus itu, fenomena LGBT memang ada di Indonesia. Bukan hanya terjadi di kalangan tertentu atau masyarakat perkotaan, perilaku LGBT bahkan sudah menyebar ke pelosok desa. 


Di Kabupaten Banjarnegara misalnya, awal tahun 2022 lalu, pernah viral kasus video pasangan gay yang berhubungan intim di tempat publik. 


Kasus tersebut menggegerkan jagat maya karana adegan seks menyimpang itu dilakukan di areal persawahan di hari yang masih terang.


Iroonisnya, satu di antara pemeran dalam video itu berstatus pelajar setingkat SLTA. 

Polres Banjarnegara menangkap dan menetapkan kedua aktor video itu, JU (24) dan VD (17) sebagai tersangka.  JU (24) ditahan untuk keperluan penyidikan. Sementara VD (17) tidak ditahan karena masih di bawah umur. 

Raup Cuan dari Konten Porno


Rupanya, mereka sengaja membuat konten porno, berhubungan intim di tempat publik demi meraup cuan. 


Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Sulistyo mengungkapkan, video porno sesama jenis itu dijual untuk mendapat keuntungan. 


"Ingin mendapatkan keuntungan dari penyebaran konten video porno," ujarnya, Senin (14/2/2022) 


Konten yang diunggah tanggal 28 Januari 2022 itu menampilkan video cuplikan sepasang gay  berdurasi 38 detik. Video itu sengaja ditambahi deskripsi "nyulik brondong pulang sekolah dulu buat melampiaskan kesangean fullnya join telegram ya not for free. 


Video itu dipotong menjadi beberapa part, mulai part 1 sampai part 7 yang dipromosikan melalui media sosial twitter dengan nama akun @guajuliant.


Ini bukan konten pertama. Pasangan homo itu pernah membuat konten video tiga kali sejak bulan November 2021.  Hanya video ketiga yang dibuat pada 27/1/2022 di  jalan usaha tani di wilayah Purwareja Klampok, Banjarnegara viral. 


Mereka menjual konten itu dengan cara mempromosikan video trial atau cuplikan di media sosial. Bagi yang berminat untuk mendapatkan video versi penuhnya, pelanggan dituntut mentransfer uang pembayaran link. 

Per member atau per link video dijual dengan harga Rp 150.000. Dari hasil menjual konten porno, pasangan homo itu berhasil  meraup cuan sekitar Rp 17 juta. 

Load More