/
Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:35 WIB
Polda Jateng

SUARAPURWOKERTO.ID, Banjir rob terjadi di berbagai wilayah di Pantai Utara (Pantura) seperti Kota Semarang, Tegal,  Pekalongan, Demak, Pati, dan Rembang. Banjir rob juga terjadi di pesisir utara Jawa Timur, seperti Tuban dan Lamongan.


Banjir rob di Semarang diperparah dengan jebolnya tanggul penahan air laut. Banjir rob tersebut diduga karena adanya pasang air laut dan gelombang tinggi yang melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa. 

Yanto, PhD, Pakar Hidrologi Unsoed menyampaikan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah merilis prediksi terjadinya banjir rob di beberapa wilayah pantai utara jawa hingga tanggal 25 Mei 2022. 

Prediksi tersebut pun terbukti di beberapa wilayah. Bahkan jebolnya tanggul di Tanjung Emas Semarang menambah bukti makin besarnya ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jawa, jelas Yanto,PhD.

Banjir rob menurut dia bukan fenomena baru di pesisir utara Jawa. Kejadian ini telah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun yang lampau hingga kini. Hanya intensitas dan ketinggian banjir rob semakin meningkat dari tahun ke tahun.


"Ada beberapa faktor yang jika tidak dikendalikan, maka banjir rob akan menjadi fenomena abadi di pesisir utara Jawa, " katanya

Alumni Doctor of Philosophy, Civil Environmental and Architectural Engineering, University of  Colorado at Boulder, USA itu menjelaskan, setidaknya ada 4  faktor utama yang memungkinkan abadinya banjir rob di pesisir Jawa. 

Pertama, fenomena pasang surut merupakan siklus 15 harian akibat interaksi bulan dan bumi. Jika terjadi pasang naik, maka air laut akan masuk ke daratan dan menyebabkan banjir rob. 

Kedua, meningkatnya debit banjir pada muara sungai-sungai besar di pesisir utara Jawa akibat hujan deras. Ini juga dipicu rusaknya kawasan hulu di beberapa daerah aliran sungai di Jawa karena berubahnya tata guna lahan dan menurunnya fungsi konservasi lingkungan. 

Ketiga, fenomena perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi kejadian hujan ekstrim, yaitu hujan dengan intensitas sangat tinggi.  Sebagai contoh adalah hujan ekstrim sebesar 377 mm pada awal tahun 2020 di Jakarta.

Keempat, turunnya permukaan tanah pesisir akibat pengambilan air tanah secara berlebihan sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan air domestik menggunakan air permukaan.

Load More