/
Minggu, 29 Mei 2022 | 10:24 WIB
ist

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURWOKERTO-Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah milik pemerintah Indonesia yang memiliki jaringan terluas di seluruh wilayah Indonesia. 

Dikutip dari berbagai sumber, sejarah BRI tidak lepas dari Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Kota Satria tersebut menjadi saksi berdirinya bank pemerintah pertama di Indonesia itu. 

Bukti sejarah itu terlihat jelas dari bangunan museum BRI Purwokerto yang diresmikan pada 16 Desember 1990.

Diketahui, BRI pada awalnya didirikan pada 16 Desember 1895 oleh Raden Aria Wirjaatmadja, yang merupakan seorang patih yang bertugas di Purwokerto. 

Pada waktu itu, bank pertama ini awalnya memiliki nama De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Penolong dan Tabungan bagi Priyayi di Purwokerto).

Setalah itu, sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, bank ini mengalami beberapa kali perubahan nama. Yakni berubah menjadi De Poerwokertosche Hulp-en Lanbouw Credietbank. Kemudian berganti nama De Poerwokertosche Hulp spaar-en Lanbouw Credietbank yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Volksbank (Bank Rakyat). 

Selanjutnya, pada tahun 1912 berubah menjadi Centrale Kas Voorhet Volkscredietwezen, lalu pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 berubah lagi menjadi Syomin Ginko.

Setelah itu, pergantian nama terus terjadi, pada tahun 1960 berubah menjadi Bank Koperasi, Tani dan Nelayan (BKTN). Pada tahun 1965 menjadi Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan.

Selanjutnya, menjadi Bank Indonesia Unit II Bidang Rurai. Pada tahun 1967 kemudian berubah menjadi Bank Rakyat Indonesia. 

Pada 1 agustus 1992 berdasarkan UU Perbankan No 7 Tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (persero), yang kepemilikannya 100 persen di tangan pemerintah Republik Indonesia. (Arif Kusuma Fadholy)

Load More