PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (13/7) malam menyebabkan beberapa jalan titik kota di Kabupaten Kebumen Banjir. Kondisi ini membuat para pengguna jalan harus lebih hati-hati agar tidak sampai terjadi kerusakan.
Hujan yang dimulai pukul 18.00 WIB sampai saat ini pukul 21.30 belum juga reda. Untuk mengatasi banjir ini, pemerintah daerah langsung melakukan penanganan dengan terjun ke lokasi, untuk memantau situasi di lapangan.
"Banjir di wilayah kota Kebumen ini karena intensitas hujan yang tinggi, tadi sudah sempat surut, tapi dari pantauan di lapangan hujan belum juga berhenti tapi dengan itensitas yang lebih rendah dari sebelumnya," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Haryono Wahyudi yang tengah melakukan pengecekan di Tugu Lawet.
Disamping hujan tinggi, Haryono menyebut banjir juga disebabkan adanya penyumbatan di dalam drainase dan pintu air Pegadaian Kebumen. Pihaknya bersama tim BPBD masih terus melakukan pemantauan dan penanganan dengan membersihkan sampah.
"Penanganan yang dilakukan adalah sampah-sampah yang menghambat aliran air kita bersihkan. Tim semua masih terus bekerja," ujar Haryono.
Tidak hanya itu, Haryono juga menyebut di depan pasar Tumenggungan sudah tersedia alat berat yang akan digunakan untuk pembuatan atau pelebaran drainase sehingga, diharapkan wilayah kota Kebumen tidak lagi terkena banjir.
Menurutnya, penanganan banjir di seputar Tugu Lawet akan segera dilaksanakan dengan membangun Drainase di dua sisi, yakni jalan Soekarno Hatta yang akan dialihkan ke Sungai Lukulo. Demikian juga Penanganan Drainase di Jalan Sutoyo dari perempatan SMAN 1 sampai perempatan Bakso Urip akan segera dikerjakan.
"Alat berat sudah kita sediakan di depan pasar. Ini akan segara kita gunakan untuk pembuatan drainese dalam penataan kota, sehingga ke depan kita harapkan tak ada lagi bajir di kota Kebumen. Kedua paket tersebut akan selesai dikerjakan sampai pertengahan Desember," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kebumen Munadi menyebut titik banjir di Kota Kebumen ada Perempatan Tugu Lawet, Jl. Soekarno Hatta, Jl. Hasim Asyari ke timur sampai Taman Kota, Jl. Kaswari sebelah timur, Jl. Kusuma, Jl Sutoyo ke timur sampai utara pasar. Jl Pemuda, Jl. Suprapto, dan Jl. Merdeka depan DPRD.
Baca Juga: Kisah Khoirul Siswa Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo, Hanya Berteman Sepi..
"Ketinggian rata-rata 10 sampai 30 Cm," ujar Munadi.
Munadi melaporkan genangan air juga sudah terlihat di jalan depan pasar Ayah arah Logending (sekitar pasar rumput), Desa Kalibangkang, dengan ketinggian air sekitar 10-40 cm.
"Kita masih terus melakukan asessment ke lokasi. Menghimbau pengguna jalan agar berhati hati, dan terus koordinasi dengan dinas terkait," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi
-
6 Kepala Sekolah di Makassar Mengaku Jadi Korban Jual Beli Jabatan
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli