PURWOKERTO.SUARA.COM - Rencana operasi tangkap tangan (OTT) KPK dikabarkan bocor hingga membuat target operasi berhasil kabur. Target OTT yang dimaksud yaitu Bupati Memberamo Tegah, Ricky Ham Pegawak.
Ia berhasil kabur ke Papua Nugini. Sebelum Ricky Ham, informasi operasi penangkapan yang bocor juga terjadi pada kasus yang menjerat Gubenur Jambi Nonanktif Zumi Zola, politisi PDIP Harun Masiku, dan Bupati Langkat bernama Terbit Rencana Parangin-angin.
Dirreskrimun Polda Papua, Kombes Ramdhani Faizal menduga Ricky Ham Pagawak diduga melarikan diri ke Papua Nugini saat hendak dijemput paksa oleh KPK. Dia diduga kabur lewat jalan tikus.
"Ternyata Bupati Ricky Ham Pagawak lebih dulu memproleh informasi bakal dijemput paksa oleh tim komisi permberantasan korupsi atau disingkat KPK di Jayapura, sehingga memilih kabur ke Papua Nugini melalui jalan tikus," unjar Faizal di Jaya Pura seperti dilansir DetikSulsel pada Jumat, 15 Juli 2022.
Ia juga menyebut pihaknya membantu penyidik KPK mencari Ricky Ham yang diduga kabur ke Pupua Nugini. Faizal juga mengatakan polisi belum bisa menemukan keberadaan tersangka, pada Rabu 13 Juli 2022 yang katanya masih terdeteksi di Jaya Pura.
"Paling akhir kami dapatkan info dia diantar di Pasar Skouw, Kamis (14/7) pagi. Kami masih upayakan, kami sebarkan jaringan kontak-kontak kami di sebelah," ucap Faizal.
KPK menyatakan telah menetapkan Ricky sebagai tersangka. Tetapi ketika akan menangkapnya, Ricky sudah kabur.
"Tim penyidik menilai hal ini bentuk tindakan bukan kooperatif," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri, Sabtu 16 Juli 2022.
Kebocoran Informasi ini bukan hanya satu kali, saat kasus Zumi Zola juga seperti itu, Mengutip Cornelis, Zumi ditelepon seseorang yang mengaku berasal dari unit Korsupgah (Koordinasi, Pengawasan, dan Pencegahan) KPK yang memberi informasi rencana OTT tersebut.
Meski hingga ke telinga Zumi dan tersebar, terhadap kelanjutannya OTT tersebut konsisten berjalan. Terlepas berasal dari tersebut, benarkah kabar OTT tersebut bocor lebih pernah? "Tadi saya tanyakan ke Korsupgah, yang dilaksanakan di tempat adalah memperingatkan kepala tempat atau para pejabatnya sehingga bukan terima suap, bukan melaksanakan korupsi.
Terkecuali masih jalankan korupsi, maka bukan tertutup barangkali akan dikerjakan tangkap tangan atau penanganan persoalan korupsi itu oleh Kpk," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Kamis (20/9/2018).
Baca Juga: Pesawat Jatuh di Nginggil Blora, Puing-puing Berserakan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions
-
Modal Usaha Mulai Seret? KUR Bank Sumsel Babel 2026 Jadi Solusi UMKM Sumsel
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
BRI Region 4 Palembang Tebar Berkah Idul Adha, 45 Hewan Kurban Disalurkan ke Tiga Provinsi
-
LDR 3 Tahun Berakhir Bahagia, Artis Sugesta Handayani Resmi Menikah dengan Renando Harahap
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!