- Empat orang dari satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal di dalam tenda kamping wilayah Temanggung, Rabu (27/5/2026).
- Salah satu korban bernama Bagas Amar Hakiki teridentifikasi sebagai mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
- Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian keempat korban yang ditemukan di lokasi wisata.
Suara.com - Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) membenarkan bahwa salah satu korban meninggal dalam kasus tewasnya empat orang di sebuah tenda kamping di wilayah Temanggung merupakan mahasiswa mereka.
Korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki (BAH), mahasiswa Program Studi Sastra Prancis, FIB UGM.
Hal itu dikonfirmasi oleh Dekan FIB UGM, Setiadi. Namun, hingga kini pihak kampus menyebut belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait kronologi maupun penyebab kematian korban.
"Njih (benar mahasiswa Sastra Prancis UGM). Tapi memang baru sebatas tahu yang bersangkutan mahasiswa kami dari Sastra Prancis, belum ada informasi tambahan," kata Setiadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
FIB UGM menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Pihak fakultas saat ini masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut.
"FIB sangat berduka atas meninggalnya mahasiswa kami. Semoga hasil penyelidikan polisi bisa memastikan penyebab meninggalnya Mas Bagas. Kami masih terus menungu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ujarnya.
Menurut dia, informasi mengenai peristiwa tersebut, baru diterima pihak fakultas pada Kamis pagi. Hingga saat ini belum ada pembaruan informasi yang diterima kampus.
Mengingat seluruh proses masih berada dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.
Sebelumnya diberitakan, empat orang ditemukan meninggal dunia di sebuah tenda kamping di kawasan objek wisata di Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
Niat hati ingin menikmati waktu berkualitas dengan berkemah (kamping), satu keluarga yang terdiri dari empat orang justru ditemukan tewas mengenaskan di dalam tenda mereka pada Rabu (27/5/2026).
Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga inti yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Identitas mereka telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, masing-masing berinisial MHM (52) sebagai kepala keluarga, istrinya M (43), serta kedua anak mereka AEH (17) dan BAH (21).
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian para korban dengan memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk sisa makanan yang ditemukan di lokasi kejadian.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian keempat korban tersebut.
Berita Terkait
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah
-
Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022