PURWOKERTO.SUARA.COM Kasus penembakan istri anggota TNI, RW, di Jalan Cemara III Banyumanik Semarang berhasil diungkap dalam waktu singkat oleh polisi. Polisi telah mengamankan lima pelaku, termasuk satu di antaranya penyedia senjata api.
Sementara Kopda M, suami korban, yang diduga ikut terlibat dalam kejahatan itu masih buron.
Polisi mengungkap ada empat orang dibayar untuk menjalankan misi jahat itu. Mereka terbagi ke dalam dua tim untuk berbagi tugas.
Satu tim meliputi Sugiono alias Babi dan Ponco Aji. Mereka berboncengan menumpang Kawasaki Ninja warna hijau yang bertugas sebagai eksekutor.
Sementara dua pelaku lainnya, Supriono dan Agus yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bertugas mengawasi keadaan.
Senin, sekitar pukul 08.00 Wib, para pelaku itu melakukan pematangan rencana mereka di tempat kejadian perkara (TKP). Ini juga terlihat di rekaman CCTV dimana mereka terlihat sudah berada di sekitar TKP sebelum kejadian.
Kemudian, sekitar pukul 11.38 Wib, mereka beraksi untuk menarget korban. Dua pelaku membuntuti korban saat pulang menjemput putrinya dari sekolah.
"Tembakan dilakukan oleh pelaku (Babi) dua kali, " kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi
Tembakan pertama tembus hingga proyektilnya tertinggal di TKP.
Setelah tembakan pertama, pelaku sempat kembu ke posko berjarak sekitar 200 meter dari TKP.
Karena belum mematikan, pelaku mendapat instruksi dari suami korban korban untuk menembak untuk kedua kalinya.
Pelaku bahkan tak segan menembak korban di hadapan putrinya yang masih kecil dari jarak dekat.
"Tembakan kedua bersarang di perut, " katanya
Mereka bukannya tanpa maksud membunuh korban. Menurut Kapolda, mereka disuruh orang yang tak lain diduga suami korban sendiri, Kopda M yang kini masih buron.
Buktinya, saat RW dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, suami RW sempat berkomunikasi dengan eksekutor via telepon.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Istri Anggota TNI Ditembak OTK di Semarang, Pembunuh Bayaran Dapat Upah Rp 120 Juta
-
Diusung Bakal Capres 2024, Segini Harta Kekayaan Jenderal TNI Andika Perkasa
-
Jenderal Andika Perkasa Diusung Capres Dinilai Berpotensi Abuse of Power, Bagaimana dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan