PURWOKERTO.SUARA.COM - Dari pelataran klenteng Hok Tek Bio Purbalingga, riuh tawa muda-mudi terdengar nyaring. Mereka asik memilah dan memotong buah. Bukan bukan buah segar yang sedang mereka pilah, namun buah yang tak lagi segar. Lebih persisnya limbah buah.
Mereka adalah pelajar pencinta alam dari SMA 1 Karangreja dan SMK Marif Bobotsari. Mereka datang ke klenteng untuk belajar membuat eco enzyme dari aktivis lingkunan Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga.
Eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Eco enzyme memiliki beragam kegunaan mulai dari disinfektan, cairan pembersih, pupuk organik, insektisida organik, hingga mempercepat penyembuhan luka.
Lin Ngan Min atau Amin, aktivis lingkunan Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga, sudah sejak pagi keliling toko buah. Ia mengambil limbah buah dari toko buah-toko buah di wilayah Purbalingga.
Pagi itu Amin hanya sempat menyambangi dua toko buah. Dari dua toko buah saja, terkumpul belasan kilogam limbah buah. Setelah memilah, mereka membuang bagian yang mulai membusuk dan mengambil bagian yang masih baik.
Buah dan kulit buah hasil pemilahan kemudian dicuci bersih. Di bagian lain, ada yang siap memotong limbah buah yang telah terseleksi menjadi seukuran dadu.
Limbah buah yang telah dipotong seukuran dadu kemudian ditimbang dan dimasukan ke dalam ember berisi air dan larutan gula kelapa. Perbandingan komposisi gula, buah dan air sebanyak 1:3:10. Setelah itu diaduk dan ditutup rapat.
Mereka kemudian menempelkan catatan berisi tanggal pembuatan dan tanggal panen, jenis buah dan kulit buah yang digunakan sebagai bahan.
Memproduksi eco enzyme bersama komunitas lain sudah menjadi kebiasaan relawan eco enzyme Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Semangat mereka adalah berbagi pengetahuan agar pemanfaatan eco enzyme semakin luas.
Baca Juga: Manfaat Zat Besi Untuk Pertumbuhan Anak, Dapat Mendukung Perilaku Anak
“Kita hidup di bumi yang sama, maka kita juga harus punya kepedulian yang sama untuk merawat bumi kita,” ujar Amin.
Amin yakin eco enzyme bisa menjadi solusi persoalan lingkungan yang dihadapi hari ini dan ke depan. Sebab, eco enzyme memanfaatkan sampah organik menjadi produk baru yang memiliki banyak manfaat.
Sampah organik dari limbah rumah mendominasi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Sampah organik menghasilkan gas methan yang memicu pemansan global.
Jika setiap rumah tangga mampu mengolah sampah organik di masing-masing rumah, maka intensitas gas methan bisa ditekan. Selain itu, setiap rumah tangga akan merasakan berbagai manfaat eco enzyme pada aktivitas sehari-hari.
Amin menjelaskan, eco enzyme efektif untuk membersihkan cemaran pestisida pada buah dan sayur. Dengan takaran 1:1000, larutan eco enzyme bisa mengurangi residu pestisida dalam 10 menit.
Eco enzyme juga bisa digunakan unturek membersihkan perabot rumah tangga yang membandel. Bagian bawah penggorengan yang menghitam bisa berkurang setelah direndam dengan eco enzyme murni.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru
-
Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Pascabanjir Batang Toru, UI Dorong Pembangunan Kawasan Pegunungan Berbasis Sains
-
Bambang Harymurti Usul RUU Perampasan Aset Berganti Nama Jadi RUU Melindungi Aset
-
Mulai dari Kebun Raya Hingga Puncak, Ini Daftar Rute Bus Listrik Baru di Bogor
-
Mengapa CFX10 Penting bagi Investor Kripto, Ini Penjelasannya
-
20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Bapak-bapak yang Berguna dan Berkesan