PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengadakan Festival Rupiah Berdaulat Bank Indonesia (FERBI) 2022 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 19-21 Agustus 2022. Kegiatan tersebut dalam rangka ikut merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77.
Di acara FERBI terdapat beragam kegiatan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan uang rupiah melalui pameran, dialog, hiburan, perlombaan, hingga layanan penukaran uang kepada masyarakat.
"BI mempersembahkan FERBI supaya kita sebagai bangsa Indonesia semakin cinta, paham, dan bangga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui rupiah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat membuka FERBI 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (19/8/2022) dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan, rupiah tidak hanya merupakan selembar kertas untuk pembayaran, tetapi masyarakat Indonesia harus benar-benar mencintai, bangga, dan paham terhadap rupiah. Dengan demikian adanya acara FERBI 2022 juga bermaksud untuk meningkatkan edukasi rupiah kepada masyarakat.
Peery menjelaskan, FERBI 2022 bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang peran rupiah dalam sejarah bangsa, menumbuhkan optimisme, semangat kebangsaan, dan memperkuat kedaulatan negara melalui rupiah.
Ia melanjutkan, perjalanan rupiah penuh dengan perjuangan dan merupakan salah satu simbol kedaulatan NKRI. Di antaranya adalah salah satu pilar di NKRI adalah adanya uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
"BI sesuai UUD 1945, UU BI maupun UU Mata Uang adalah satu-satunya bank sentral yang diberi kewenangan dari rakyat dan bangsa Indonesia untuk menerbitkan alat pembayaran yang sah, dengan bentuk uang kertas, logam, kartu atau digital," ucap Perry.
Ia juga menyebutkan, bank sentral secara khusus juga meluncurkan Buku Khasanah Uang Rupiah BI yang diterbitkan oleh Departemen Pengelolaan Uang BI. Buku tersebut memuat perjalanan sejarah uang dari masa Kerajaan Nusantara sampai dengan saat ini.
"Buku tersebut terdiri dari empat seri buku, pertama adalah bertema khasanah uang rupiah sebelum kemerdekaan, kedua yakni setelah kemerdekaan, ketiga yaitu perjalanan rupiah mengisi pembangunan ekonomi Indonesia sejak kemerdekaan sampai sekarang, serta keempat adalah rupiah membangun budaya dan masyarakat," pungkas Perry. (Arif KF)
Baca Juga: Warga Purwokerto Antusias Tukar Uang Baru Emisi 2022, Begini Caranya
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar