SUARA.COM, BANYUMAS - Pemkab Banyumas berencana membuka pandang selama tiga hari untuk uji coba. Selama uji coba, warga yang ingin naik menara pandang tidak dikenakan tarif dan masih gratis.
“Namun untuk menghindari agar tidak berjejal-jejal, masyarakat yang akan naik harus mengogunakan aplikasi Dolanmas,” ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein.
Pemkab menerapkan tarif karena menara pandang ini dibangun dengan dana pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, bangunan ini juga butuh biaya operasional yang tidak sedikit.
Sementara untuk tarif naik menara pandang Bunga Teratai masih dalam pembahasan.
“Jalan tersebut nantinya untuk sementara baru akan digunakan untuk satu arah dari jalan Jenederal Sudirman menuju Jalan Gerilya untuk sisi barat. Untuk ruas sebelah timur untuk kegiatan warga seperti jalan-jalan, sekuter dan lain sebainya,” ucap Husein.
Pembukaan menara pandang rencananya bersamaan dengan pembukaan jalan penghubung Jl Gerilya dengan Jl Jenderal Soedirman pada tanggal 27 April 2022. Jalan yang dinamai Jl Bung Karno ini akan menjadi ikon baru Kabupaten Banyumas.
Selain ornamen penghias berupa lingkaran dengn lampu warna-warni, di Jl Bung Karno juga dibangun sejumlah fasilitas umum. Satu di antaranya menara pandang teratai.
“Kami berani sampaikan Insya Allah Jalan Bung Karno antara Jalan Gerilya – Jalan Jenderal Sudirman, akan diresmikan tanggal 27 sore setelah sholat asar, namanya Jl Bung Karno sudak di-SK-kan,” kata Husein saat taraweh bersama warga Perumahan Bumi Tanjung Elok, Kamis (21/4/2022) malam.
Berita Terkait
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan
-
Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1
-
Dugaan Mafia Solar di Sumsel Belum Reda, 21 Ton BBM Ilegal Kini Terbongkar di Sungai Musi
-
UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun
-
PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW
-
KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
-
Seret Kemenhut, KPK Dalami Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung Bupati Kuansing
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri