PURWOKERTO.SUARA.COM- Menurut Stonewall.org.uk sebuah yayasan yang memperjuangkan hak-hak LGBT di Inggris dan terbesar di Eropa menjelaskan ‘Non-Biner’ atau ‘Non-Binary’ adalah sebuah payung bagi orang-orang yang tidak nyaman dengan identitas ‘pria’ atau ‘wanita’.
Non-biner sangatlah bervariasi, sebagai contoh ada beberapa orang yang masih mengidentifikasi diri mereka pada aspek biner. Ada pula yang menolak sepenuhnya aspek yang mengidentifikasi diri mereka.
Untuk memahami hal itu, beberapa dari mereka lebih senang mengatakan diri mereka dengan pronouns ‘Them/they’ bukan sebagai ‘She’ atau ‘He’ jika didalam penggunaan bahasa Inggris.
Tak hanya itu beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ‘Non-binary people’ atau ‘Orang non-biner’ tidak nyaman bila menggunakan ‘Mr’ atau ‘Mrs’ atau dalam penggunaan bahasa Indonesia Tuan dan Nyonya.
Lebih baik dan aman jika menggunakan alternatif seperti ‘Mx’ (dibaca ‘Mix’ atau ‘Mux’) saat bertemu dengan Non-binary people.
Seperti yang diketahui, publik Indonesia tengah dihebohkan dengan pengakuan dari salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin yang menyebutkan dirinya sebagai non-biner atau berada diantara laki-laki perempuan saat pengenalan kampus.
Sontak hal tersebut membuat dirinya dikeluarkan dari acara pengenalan kampus oleh salah satu dosen yang berada ditempat tersebut.
Alhasil video yang diunggah di media sosial mengenai mahasiswa Universitas Hasanuddin itu viral dan ditonton ratusan ribu kali. Banyak netizen yang memberikan pendapatnya mengenai keberanian mahasiswa itu.
Namun, tak sedikit pula yang mendukung tindakan yang dilakukan oleh sang dosen dengan mengeluarkan mahasiswa itu dari acara.
Baca Juga: Resep Mudah Lumpia Ayam Jamur, Gurih Kiyuk Favorit Keluarga
Berita Terkait
-
Viral Mahasiswa Universitas Hasanuddin Mengaku Berkelamin Netral, Langsung Dikeluarkan dari Lokasi Acara
-
Tayang Akhir Bulan Ini, Surabaya Jadi Lokasi Perdana Roadshow Film Mencuri Raden Saleh
-
Melihat Aksi Luka Modric Bintang Kemenangan Real Madrid
-
Resep Mudah Lumpia Ayam Jamur, Gurih Kiyuk Favorit Keluarga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Logika vs Durhaka: Mengapa Berargumen Sering Kali Dianggap Tidak Tahu Adab?
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
2 Amunisi Naturalisasi Tambahan Malaysia dari Australia dan Brasil
-
Dari Teras Udayana sampai Jalan Majapahit: Mengintip Surga Kuliner Ramadan di Kota Mataram
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Gubernur Jatim Dukung RSUD Dr Soetomo Ikuti Konferensi ACGME di Amerika Serikat
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun