PURWOKERTO.SUARA.COM, Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet sedang ngehits akhir-akhir ini. Lagu itu memang asyik didengarkan. Namun belakangan, lagu itu menuai kecaman karena liriknya dianggap melecehkan ulama dan raja Jawa Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Joko Tingkir adalah raja Kesultanan Pajang yang juga disebut menurunkan raja-raja Jawa dan ulama besar nusantara.
Di antara yang mengecam kagu itu adalah ulama PBNU KH.Ahmad Muwafiq, atau Gus Muwafiq yang menyebut pengarang lirik lagu itu “ngawur” dan tidak paham sejarah.
Belakangan muncul klarifikasi atau permohonan maaf dari orang yang mengaku menciptakan lirik lagu itu melalui channel Tama Halu 008.
Lagu Joko Tingkir sebenarnya sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia, terutama umat muslim. Itu bukan lagu baru, hanya liriknya saja yang diubah. Pencipta lirik Joko Tingkir pun tidak mengakui itu sebagai lagu karangannya, melainkan hanya menciptakan liriknya.
Sebelum booming lagu Joko Tingkir, irama itu sejatinya sudah biasa dilantunkan, khususnya di acara-acara pengajian. Liriknya tentu saja syair Islam atau sholawat. Belum jelas siapa yang pertama kali menciptakan irama itu.
Di dunia hiburan panggung, pengubahan lirik lagu dari aslinya sudah hal lumrah. Banyak lagu dangdut atau pop melayu yang diubah liriknya menjadi sholawat untuk dinyanyikan di mimbar pengajian.
Adapun lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, disadur dari irama sholawat dengan mengubah liriknya. Masalahnya, lirik itu mencatut nama ulama dan raja besar Jawa yang namanya harum di bumi nusantara.
Seperti diketahui, lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet kini sedang booming. Lagu yang sedang hits itu kerap dibawakan penyanyi di panggung-panggung hiburan serta viral di media sosial. Bahkan, anak kecil pun akrab dengan lagu itu.
Namun siapa sangka, lagu itu belakangan memicu kontroversi. Lagu itu diprotes berbagai kalangan karena dianggap memparodikan ulama besar sekaligus raja Jawa Joko Tingkir.
Baca Juga: Kesaksian Pengunjung Soal Detik-detik Kebakaran Putri Duyung Resort Ancol, Ledakan dari Dapur
Lagu itu dianggap menghina Joko Tingkir yang memiliki nama asli Sultan Hadiwijaya, raja kesultanan Pajang.
Kritik keras terhadap lagu itu juga disampaikan ulama PBNU KH. Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq. Ia tak terima tokoh yang menurunkan ulama-ulama besar dan raja di Jawa itu diparodikan menjadi lagu dangdut.
“Saiki ono wong ngawur, Joko Tingkir mbah buyute ulama, Joko ngombe dawet iki karepe piye, ojo ngawur kang-kang,” (Sekadang ada orang ngawur, Joko Tingkir itu kakeknya ulama, Joko minum dawet itu maksudnya gimana, jangan ngawur) kata Gus Muwafiq dalam sebuah kesempatan pidato
Bahkan ia menyebut KH.Abdurrahman Wahid (Gusdur) termasuk trah atau keturunan Joko Tingkir.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim