/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:39 WIB
Pemain Arema FC saat berlaga di Liga 1 Indonesia (Aremafc.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Arema FC mendukung langkah banyak pihak untuk melakukan upaya penertiban dan pengawasan situs yang diduga kuat menjadi modus praktik bisnis  perjudian.

Hal tersebut membuat Arema FC menghentikan kerja sama sponsor dengan situs daring yang diduga berafiliasi dengan situs judi internasional.

Keputusan ini disampaikan Manajemen Arema dalam keterangan di situs resminya aremafc.com yang disampaikan Selasa (23/8/2022). 

Hingga saat ini sangat marak penyokong klub dari  situs-situs seputar olahraga yang salah satunya  bekerjasama dengan sejumlah klub termasuk Arema FC.

Manager Bisnis Yusiral Fitriandi mewakili klub mengutarakan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat. Sebab salah satu sponsor timnya sejak awal menyampaikan bahwa etentitasnya sebagai  situs sepakbola nasional. 

“Situs ini awalnya hanya untuk sharing informasi berita dan tentu hal tersebut dibutuhkan oleh klub,“ ungkapnya. 

Menurut Inal  panggilan akrab Yusrinal,  pihaknya bukan pengelola situs  tersebut, karenanya tidak memiliki kewenangan dan tanggung jawab besar atas kebijakan redaksi juga isi konten yang terkait didalam situs tersebut yang ternyata mendapat penilaian negatif dari banyak pihak. 

“Kita sangat menghormati ada pihak yang melaporkan konten situs tersebut yang dianggap melanggar norma hukum. Dan kami tentunya perlu menjelaskan posisi kami, hanya sebagai pihak yang ditawarkan untuk bekerjasama iklan,” paparnya.

Untuk menghormati proses praduga tak bersalah yang telah dilaporkan ke pihak berwajib, manajemen mengambil keputusan untuk mengevaluasi ulang kerjasama yang telah berjalan.

Baca Juga: Persebaya Redam Perlawanan PSIS Semarang di Laga Kandang

“Kita pertimbangkan untuk melakukan pemutusan kontrak untuk menghargai proses hukum yang berjalan. Sekaligus kami akan mulai menurunkan materi iklan yang sebelumnya terpasang  ,”ungkapnya.

Arema FC lanjut Inal tentu siap untuk melakukan upaya proaktif,  agar persoalan ini disikapi secara obyektif dan bijaksana oleh banyak pihak.

Sekali lagi Secara obyektif, klub hanya sebagai obyek pemasangan promosi situs, bukan pengelola. “Semoga penjelasan ini dapat memberikan khasanah pemahaman yang obyektif untuk kita semua,”pungkasnya. (ANIK AS)

Load More