PURWOKERTO.SUARA.COM – Perkembangan Pasien positif pertama cacar monyet atau monkeypox di Indonesia terus membaik. Bahkan Kementrian Kesehatan yang melakukan pemantauan terhadap pasien pertama itu menyebut bahwa pasien dinyatakan telah sembuh.
Sebelumnya kasus pertama cacar monyet diumumkan akhir pekan lalu. Pasien tersebut berusia 27 tahun asal Jakarta yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri sebelumnya.
Keterangan yang disampaikan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022.
“Saya baru terinformasi, bahwa pasien yang sekarang ini (positif) sudah sembuh,” kata Budi Gunadi Sadikin dilansir laman resmi Kemenkes RI.
Diketahui, pasien positif pertama cacar monyet ini merupakan laki-laki berusia 27 tahun dari DKI Jakarta. Sebelum tertular, dia dilaporkan memiliki riwayat perjalanan ke beberapa negara Eropa seperti Belanda, Perancis, Swiss, dan Belgia.
Menkes menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan kasus cacar monyet yang muncul di 94 negara, saat ini muncul varian yang berasal dari Afrika Barat dan Afrika Tengah.
“Varian Afrika Tengah ini lebih mematikan, sedangkan Afrika Barat itu yang kurang mematikan,” tuturnya.
Sementara itu, kata Budi, berdasarkan hasil genom sekuensing, varian yang diderita pasien positif pertama di Indonesia tersebut berasal dari Afrika Barat.
“Bukan yang mematikan seperti di Afrika Tengah,” ucapnya.
Baca Juga: Cara Logout WhatsApp Web
Adapun hingga saat ini, dari data yang dihimpun Kemenkes terkait situasi cacar monyet di Indonesia, sudah ada 42 kasus diduga cacar monyet.
Satu di antaranya terkonfirmasi positif, sementara 38 kasus lainnya bukan cacar monyet, dan tiga lainnya tengah dalam proses penelitian.* (ANIK AS)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Geger Korupsi Anggaran 2024-2025, Kantor Kesbangpol Sumedang Digeledah Jaksa
-
Catatan Tak Masuk Akal Pemain Keturunan Milik Akademi Barcelona, Cetak 145 Gol dari 52 Laga
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Phantom Lawyer, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara yang Bisa Melihat Hantu
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Berkat Persib dan Dewa United, Ranking Liga Indonesia Melesat Tajam
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?