PURWOKERTO.SUARA.COM - Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua telah Selesai. Sebanyak 78 adegan diperagakan tersangka. Namun dalam rekonstruksi, Bharada Eliezer tak dipertemukan dengan Ferdy Sambo.
Hal ini atas dasar rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK beralasan tidak dipertemukannya Sambo dengan Eliezer untuk melindungi Eliezer secara psikis.
Eliezer merupakan tersangka sekaligus justice collaborator, atau tersangka yang membantu penyidik mengungkap kasus.
Ketika adegan yang menghadap-hadapkan Eliezer dengan Sambo, penyidik menggunakan peran pengganti masing-masing.
Untuk memeragakan keterangan versi Sambo, maka peran Eliezer diperankan peran pengganti. Begitupun ketika memeragakan keterangan Eliezer, peran Sambo diganti peran pengganti.
Di antara adegan yang saling digantikan, ialah detik-detik penembakan Brigadir Yosua. Penembakan dilakukan di ruang tengah dekat dengan tangga.
Bharada Eliezer tampak mengambil pistol di laci mobil sebelum akhirnya menembak Yosua. Yosua yang ditodong tampak meminta ampun dengan menempatkan tangan di depan dada.
Setelah itu, giliran Sambo memeragakan keterangan versinya. Pada momen ini, Eliezer diganti peran pengganti.
Sejurus kemudian Sambo menembakkan senjata api milik Yosua ke dinding di atas tangga untuk membentuk alibi bahwa Yosua melakukan penembakan.
Dalam kesempatan ini, penyidik memberikan kesempatan kepada saksi tersangka untuk memeragakan kesaksian menurut versi masing-masing. Penyidik kemudian akan mengolah dan menyimpulkan hasil rekonstruksi ini.
"Kami memberi kesempatan seluas-luasnya kepada tersangka," ujar Brigjen Andi Rian, Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri, Selasa 30 Agustus 2022.
Berita Terkait
-
Tak Diizinkan Mengikuti Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Yosua, Pengacara Korban Akan Adukan ke Presiden dan DPR
-
Tersangka Lain Pakai Baju Tahanan, Ibu Putri Tampil Beda dengan Baju Putih dan Kerudung saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J
-
Menanti Adegan Pertemuan Bharada E dan Ferdy Sambo saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J
-
Kecewanya Pengacara Brigadir J Ditolak Ikuti Rekonstruksi, Daripada Tamu tak Diundang Mending Pulang
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial