PURWOKERTO.SUARA.COM - Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga berlaku pukul 14.30 WIB atau satu jam setelah diumumkan.
Kenaikan meliputi BBM jenis pertalite, solar dan pertamax. Harga Pertalite naik dari yang semula Rp 7.650 naik menjadi Rp 10 ribu per liter.
Solar naik dari yang semula Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. Sedangkan pertamax naik dari yang semula Rp 12.500 naik menjadi Rp 14.500 per liter.
"Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkan penyesuaian harga ini. Berlaku pukul 14.30 WIB," kata mentri ESDM, Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu 3 September 2022.
Bantuan Solsial Pengalihan Subsidi BBM
Sementara untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk bantuan atau bantalan sosial pengalihan subsidi BBM.
Mentri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konferensi pers usai rapat dengan presiden, Kemensos dan Gubernur BI hari ini, Senin 29 Agustus 2022, menyatakan ada tiga jenis bantuan sosial pengalihan subsidi BBM yang disiapkan.
Pertama bantuan sosial pengalihan subsidi BBM untuk kelompok masyarakat rentan atau keluarga penerima manfaat.
Bantuan ini dialokasikan untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat. Setiap penerima manfaat akan menerima Rp 150 ribu sebanyak empat kali.
Baca Juga: Ferdy Sambo Sebut Istrinya Diperkosa Brigadir J, Narasi Kekerasan Seksual Terhadap PC Menguat
Namun, pendistribusian dilakukan dua kali atau dua kali Rp 300 ribu. Bantuan disalurkan melalui PT Pos oleh Kementerian Sosial.
"Total Rp 12,4 triliun," kata Sri Mulyani.
Bantuan sosial kedua yaitu untuk pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta. Total bantuan untuk kelompok pekerja ini mencapai 9,6 triliun.
Masing-masing pekerja akan menerima bantuan sosial sebesar Rp 600 ribu sebanyak satu kali. Mekanisme penyaluran akan diatur dalam juknis Kemenakertrans.
Bantuan sosial ketiga disalurkan pemerintah daerah. Pemda diminta mengalokasikan 2 persen dari dana transfer umum, yaitu DAU dan DBH, untuk subsidi transportasi masyarakat umum, ojek, nelayan dan perlindungan sosial lain yang membutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Total bantalan sosial yang dialokasikan mencapai Rp 24,17 triliun. Bantuan sosial akan mulai didistribusikan pekan ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Niat Cuci Babat Kurban di Sungai Berujung Duka, Panitia Kurban di Palembang Tenggelam
-
Criminal: Ketika Ingatan Agen CIA Masuk ke Otak Narapidana Sosiopat, Malam Ini di Trans TV
-
Destinasi Wisata Jatiluwih Sabet Asian Tourism & Hospitality Awards
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Jadi Pemasok, Bendahara PAN Pelalawan Ikut Pesta Narkoba Bareng Anak Bupati
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Apakah Harga Beras SPHP Naik di Tengah Fluktuasi Kurs Dolar? Ini Penjelasan Bapanas
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia