PURWOKERTO.SUARA.COM, Polri akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang menyeret banyak nama anggota Polri sebagai tersangka, khususnya Irjen Pol Ferdy Sambo yang diduga menjadi otak di balik pembunuhan itu. Kepercayaan yang dibangun lama seakan tiba-tiba runtuh karena kasus yang penuh rekayasa itu.
Kemudian isu tak sedap lain bermunculan hingga menambah buruk reputasi Polri di mata masyarakat, misal penampilan atau gaya hidup hedonis anggota Polri dan keluarganya di tengah gajinya yang pas-pasan.
Namun publik baiknya tak mengeneralisasi semua polisi berwatak sama. Banyak polisi yang berhati baik dan menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya.
Mereka tak sekadar menjalankan tugasnya sebagai polisi, namun juga berkontribusi lebih untuk sesama. Seperti dilakukan Kapolsek Pengasih, Kulon Progo AKP Heru Meiyanto. Ia mendadak viral setelah kisahnya diangkat media massa.
Ia dikabarkan rela menjual rumahnya untuk membangun rumah Allah (masjid). AKP Heru suka menghambur-hamburkan hartanya, namun bukan untuk memenuhi gaya hidup pribadi atau keluarganya, melainkan untuk agama dan membantu sesama.
Kapolsek itu dikenal hobi membangun masjid. Sebelum ini, Heru juga pernah membangun masjid di Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo.
Tak hanya membangun masjid, Heru juga membangun pondok pesantren tahfiz yang dia termasuk pengajar di dalamnya. Bahkan Heru juga membangun panti asuhan di Bengkulu.
Heru mengisahkan, pembangunan masjid Baitussalam Gegerbajing, Samigaluh Kulonprogo berawal dari kegiatan sambang desa dia sebagai anggota Polri.
Di dusun itu, dia melihat masyarakat hanya memiliki musala kecil yang tak bisa menampung seluruh jamaah di kampung itu. Ia dimintai bantuan warga untuk memakmurkan masjid karena musala yang sudah ada tak bisa menampung banyak jamaah.
Baca Juga: Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
“Saya lihat dompet saya ada uang Rp tiga ribu (3 juta), lalu saya kasihkan, mulai besok pagi kerjakan,”katanya
Kepedulian AKP Heru membuat warga terenyuh. Hampir 5 tahun, kata dia, pembangunan masjid itu belum terealisasi karena terbentur masalah dana dan orang yang mau menggerakkannya.
Hingga atas campur tangannya, pembangunan masjid yang diimpikan itu terealisasi. Ia menegaskan kegiatan sosialnya tidak mengganggu tugas kedinasannya sebagai polisi. Bahkan keduanya bisa saling mendukung.
Pimpinan dan anggota lain di kantornya juga mendukung kegiatannya.
“Saya hanya bisa investasikan diri saya (untuk umat),”katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Bacaan Dzikir di Hari Tasyrik yang Dianjurkan Rasulullah, Pahalanya Besar dan Sangat Dicintai Allah
-
Kasus 3 Ons Sabu Gegerkan Ketapang, Tiga Oknum Polisi Kini Diperiksa
-
Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg
-
Ubud-nya Bogor! 5 Rekomendasi Homestay di Desa Wisata Malasari Nanggung untuk Healing Maksimal
-
Empat Hari Hilang, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar di Tepi Sungai
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Ngobrol Santai saat Idul Adha Berujung Berdarah, Pria di Palembang Ditusuk Tiba-tiba
-
Hasil Autopsi Wanita yang Dibuang di Sholeh Iskandar, Patah Tulang Ekor dan Pendarahan Otak