PURWOKERTO.SUARA.COM – Akun Twitter @Bjorkanism di-suspend setelah menyebar sebuah rahasia yang diklaim sebagai pelaku pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalid Minggu 11 September 2022.
Unggahan soal pembunuhan Munir berawal dari netizen yang menantang Bjorka untuk mengungkap kasus pembunuhan Munir dan atau Supersemar.
Selang satu hari kemudian, hacker Bjorka menjawab taantangan warganet. Akun hacker ini kemudian mengungkapkan identitas otak pembunuh Munir beserta melampirkan artikel terkait kasus tersebut.
Ia mengklaim Muchdi Purwopranjono sebagai pelakunya. Dia pun mengungkap identitas yang berangkutan. Dalam tulisan yang ia bagikan terlihat jelas data pribadi Muchdi Pr, mulai dari nomor telepon, email, NIK, nomor KK, alamat, hingga data vaksin.
"Yeah I know you guys have been waiting for this. So, who killed this good man? (Ya aku tahu kalian sudah menunggu ini. Jadi, siapa yang membunuh pria baik ini?)" tulis @bjorkanism dalam unggahannya di twitter, Minggu 11 September 2022.
Meski kebanyakan Informasi yang disampaikan Bjorka terkait kematian Munir bukan hal baru, namun ada beberapa informasi yang belum banyak orang ketahui. Misalnya klaim yang menyebut Pollycarpus Budihari Prijanto yang merupakan anggota non-organik BIN.
Dalam kasus ini, Pollycarpus Budihari Prijanto divonis 20 tahun penjara atas putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2007. Namun setelah dipenjara 8 tahun, Polly bebas murni 29 Agustus 2018.
Dibesarkan Exil 1965
Selain mengungkap dokumen rahasia dan data pribadi sejumlah pejabat publik, hacker Bjorka juga mengungkap siapa dirinya motifnya.
Baca Juga: Viral Video Ketua DPRD Lumajang Tak Hafal Pancasila, Disoraki Mahasiswa
Ia mengaku dibesarkan exil, orang yang diasingkan dari negerinya pada masa Orde Baru. Ketika itu, Rezim Orde Baru gencar memburu orang-orang yang terafiliasi dengan komunisme. Mereka yang ingin selamat mengasingkan diri ke luar negeri.
"Saya punya seorang kawan baik di Warsawa dan dia banyak bilang betapa kacaunya Indonesia. Saya melakukan ini untuk dia," kata dia.
Orang ini kehilangan status WNI akibat kebijakan tahun 1965. Bjorka menyebut sosok itu adalah kakek tua yang cerdas.
"Dia tidak lagi diakui Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. Walaupun dia seorang bapak tua yang sangat cerdas," kata Bjorka.
Orang ini mengurusnya sejak dia lahir. Sosok ini ingin pulang membangun Indonesia dengan teknologi. seperti BJ Habibie. Namun sampai akhir hayatnya pada tahun lalu, sosok ini tidak bisa pulang ke Indonesia.
"Tahun lalu dia meninggal dunia. Orang tua ini sudah mengurus saya sejak saya lahir. Dia ingin pulang dan melakukan sesuatu dengan teknologi, meskipun dia lihat betapa sedihnya menjadi seorang Habibie. Dia tidak punya waktu untuk melakukannya sampai akhirnya meninggal dengan damai," kata Bjorka.
Bjorka mengatakan langkah dia mengganggu Indonesia adalah cara dia mewujudkan mimpi almarhum. Almarhum ingin Indonesia menjadi lebih baik lagi, yaitu dengan menempatkan orang yang berkompeten di bidangnya pada setiap jabatan.
"Pemimpin tertinggi dalam teknologi harusnya ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang dari tentara. Karena mereka cuma orang bodoh," kata Bjorka memulai ceritanya seperti dilihat di akun Twitter, Minggu 11 September 2022.
"Kami punya tujuan yang sama, agar negara tempat dia lahir bisa berubah untuk menjadi lebih baik. Senang berkenalan dengan Anda semua," ungkap Bjorka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas
-
Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing
-
Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter
-
Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut
-
Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya
-
Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang
-
Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan
-
Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?