/
Senin, 12 September 2022 | 23:17 WIB
Thomas Tuchel saat menjadi Manajer Chelsea. ((Foto. Twitter @TTuchelofficial))

PURWOKERTO.SUARA.COM Thomas Tuchel yang resmi didepak Chelsea setelah awal musim yang buruk di 2022/2023 masih begitu kecewa dengan keputusan tim asal London itu. Ia mengaku hatinya terasa hancur setelah dipecat sebagai manajer Chelsea, akibat rangkaian pertandingan awal musim yang mengecewakan.

Melansir Antara, pelatih asal Jerman berusia 49 tahun itu diberhentikan dari tugasnya sejak Rabu (07/09/2022) pekan lalu, setelah The Blues dijungkalkan Dinamo Zagreb 0-1 dalam pertandingan fase grup Liga Champions.

“Ini adalah salah satu pernyataan saya yang paling sulit yang harus saya tulis yang saya harapkan tak perlu saya lakukan selama sekian lama,” tulis Tuchel dalam posting Twitternya.

“Saya merasa hancur bahwa masa bakti saya di Chelsea harus berakhir. Ini adalah klub yang saya anggap rumah, baik secara profesional maupun pribadi,” sambung dia.

Tuchel sendiri langsung membawa dampak ketika menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021 sampai mengantarkan The Blues menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City dalam final.

“Kebanggaan dan rasa riang yang saya rasakan saat membawa tim ini menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Klub akan tetap abadi tersimpan,” kata Tuchel.

“Saya merasa terhormat telah menjadi bagian dari sejarah klub ini dan kenangan dalam 19 bulan terakhir akan selalu mendapatkan tempat spesial dalam hati saya,” pungkas Tuchel dalam akun Twitter-nya.

Sementara itu, Chelsea diketahui langsung menunjuk Graham Potter manajer Brighton & Holve Albion, sebagai nahkoda baru The Blues, sehari setelah memecat Tuchel. (ANIK AS)

Baca Juga: Isu Kebocoran Data oleh Bjorka, Pemerintah Sampai Bentuk Tim Gabungan

Load More