/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 22:38 WIB
Tim SAR Gabungan mencari korban hilang terseret banjir di Kabupaten Kebumen, Minggu 9 Oktober 2022. (Basarnas Cilacap)

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir memicu bencana banjir di Kabupaten Kebumen. Terbaru seorang warga dalam pencarian uspai terseret arus sungai yang meluap.

Hujan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Kebumen pada Sabtu sore, 8 Oktober 2022. Hujan deras ini menyebabkan debit air di Sungai Kedungbener meningkat. 

Tinggi debit air berdampak pada tebing Sungai Kedungbener yang berada di wilayah Wadasmalang longsor. Material longsoran yang cukup besar membuat aliran sungai tertutup dan arusnya beralih ke permukiman warga.

Kantor BASARNAS Cilacap mendapatkan laporan dari BPBD Kabupaten Kebumen yang menyebut ada 18 rumah warga terdampak akibat luapan Sungai Kedungbener.  Seorang warga di Kecamatan Karangsambung juga hilang terbawa alihan aliran arus sungai Kedungbener.

“Satu orang warga atas nama Samijaya (70) terseret arus. Menurut saksi, korban hendak dievakuasi oleh anaknya menuju tempat yang lebih aman. Namun korban terhantam aliran arus yang kuat sehingga tidak dapat diselamatkan,” kata Adah Sudarsa, Kepala Kantor BASARNAS Cilacap.

Hingga berita dinaikkan, satu orang masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Korban Samijaya merupakan warga Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Upaya yang dilakukan oleh BASARNAS Cilacap selain memberangkatkan 1 tim rescuer ke lokasi kejadian juga berkoordinasi dengan instansi terkait maupun aparat setempat dan melakukan pencarian dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian bersama Tim SAR Gabungan,” kata dia.

Adapun alut yang digunakan diantaranya 1 Unit Rescue Car Type-II, 1 Unit Rescue Carrier Vehicle, 1 Set Aqua Eye, 1 Set Underwater Searching Device, 1 Set Rescue Net, 1 Set Alat Pendukung Air Lengkap, 1 Set Long Craft Rubber (LCR), 5 Set Alat Komunikasi, dan APD Covid Lengkap.

Data BPBD Kebumen menyebut hujan dengan intensitas tinggi dari sore hari menyebabkan debit air Sungai Kedungbener naik dan berdampak tebing sungai Kedungbener di wilayah Wadasmalang RT 06 RW 01 longsor pada pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Antiklimaks Timnas U-17, Tampil Perkasa di Awal Melempem di Penghujung Laga

Material longsoran yang besar menutup aliran arus sungai sehingga arus sungai beralih mengalir ke wilayah permukiman warga. Sekitar pukul 21.00 WIB, 18 rumah terdampak arus air sungai dan satu orang belum ditemukan. 

Menurut saksi kejadian, korban hendak dievakusi oleh anaknya yang bernama Sutoyo ke tempat yang aman, namun korban terseret arus sehingga terlepas dari pegangan.

Sampai dengan saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan percarian dan membuka Pos Lapangan di Desa Wadasmalang untuk memudahkan koordinasi maupun mempercepat penanganan dalam pencarian korban.

Load More