PURWOKETO.SUARA.COM – Banyak rumor beredar jika barang bukti yang diamankan polisi pasca tragedi Kanjuruhan di Malan awal bulan ini merupakan minuman keras. Rumor itu terus bergerak liar hingga memunculkan banyak asumsi yang berkelindan.
Dikutip Antara, Nazaruddin Hasan T Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Malang, menyatakan dua kardus yang berisi 46 botol diduga miras yang sempat disita polisi adalah obat penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi. Botol yang dimaksud, berbahan plastik dengan tutup oranye dan biru muda.
Diketahui sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan penemuan sejumlah botol minuman keras di area Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam pasca tragedi.
Diikuti foto botol plastik berisi cairan warna hitam yang diunggah di berbagai media, dalam foto itu terdapat kertas kuning bertuliskan angka satu dan dua, serta tangan bersarung biru muda seolah barang bukti.
Nazaruddin menyatakan, dua kardus botol itu berada di meja resepsionis kantor Dispora Malang yang berada di lantai satu Stadion Kanjuruhan saat kejadian. Tempat itu disewa atau dipakai tim tiketing juga steward Arema FC.
“Itu bukan miras, ditemukan di salah satu resepsionis Kantor Dispora malam waktu kejadian,” katanya.
Botol itu berisi cairan yang dinamakan eco enzim, buatan pemuda pelopor Kecamatan Kasembon Malang. Rencananya botol-botol itu akan dikirim ke Kemenpora namun diletakkan sementara di meja resepsionis.
Namun, dia mengaku tidak tahu berapa jumlah botol miras yang ditemukan polisi. Termasuk ada tidaknya lokasi lain, selain meja resepsionis.
“Perlu digarisbawahi juga kalau ada berita yang lain misalkan aparat ada menemukan botol miras di tribun atau apa itu, di luar klarifikasi saya. Saya hanya mengklarifikasi foto itu (botol tutup oranye dan biru muda). Jangan pernyataan saya dianggap menganulir semua temuan miras di stadion,” ucapnya.
Baca Juga: Begini Hukum Istri Menolak Diajak Hubungan Badan dengan Suami Menurut Buya Yahya
Hingga berita ini ditulis, Komisaris Besar Polisi Sodiq Pratomo Kabid Labfor Polda Jatim, enggan dikonfirmasi.
“Mohon berkenan satu pintu dengan Kabid Humas (Polda Jatim),” katanya.*(ANIK AS)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature