PURWOKERTO.SUARA.COM – Asma menjadi suatu hal menyakitkan bagi sebagian orang yang mengalaminya. Sebab ketika seorang mengalaminya kondisi saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas.
Pun Asma ini bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahan dalam beberapa kasus, kondisi itu dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa penderitanya. Oleh karena itu ada beragam upaya yang bisa dilakukan.
Dokter spesialis paru dr Wisuda Moniqa Silviyana, Sp.P mengemukakan sejumlah upaya yang diperlukan untuk mencegah penyakit asma.
"Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyakit asma," kata Wisuda Moniqa di kutip Antara, 14 Oktober 2022.
Dokter yang praktik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto itu, menyebutkan salah satu upaya untuk mencegah atau mengendalikan asma dengan tidak merokok dan menghindari paparan zat yang mengganggu saluran napas.
"Misalkan asap rokok, debu, polusi udara, dan faktor alergi lain apabila ada dan terkait, misalkan bau-bauan yang mengiritasi seperti parfum, obat semprot serangga, dan detergen meskipun tidak semua penderita asma tercetus oleh hal ini," katanya.
Dia menambahkan penderita penyakit asma sebaiknya menghindari memelihara hewan, seperti anjing dan kucing.
"Selain itu perlu menggunakan kasur dan bantal sintesis atau jika tidak ada, gunakan kain penutup yang terbuat dari bahan sintesis. Hindari menggunakan bantal dan kasur dari kapuk," ujarnya.
Dia mengatakan seorang penderita penyakit asma sebaiknya juga mengusahakan untuk tidak memakai karpet di dalam rumah dan kamar tidur.
Baca Juga: Sosok Irjen Pol Toni Harmanto, Kapolda Jawa Timur Pengganti Irjen Pol Teddy Minahasa
"Hindari stres atau emosi berlebihan. Banyak istirahat yang cukup dan menerapkan pola hidup sehat," katanya.
Moniqa menambahkan hal yang sering menyebabkan munculnya gejala pada seorang penderita asma adalah terkait infeksi saluran napas dan perubahan cuaca.
"Dengan demikian pencegahannya adalah dengan menjaga imunitas tubuh. Selain itu, tetap menerapkan protokol kesehatan agar dapat mencegah penularan infeksi saluran napas dan menyebabkan kita tercegah dari risiko infeksi saluran napas," jekasnya.
Dia juga menambahkan faktor pencetus asma pada setiap orang berbeda-beda. Pencetusnya bisa sama antarsatu pasien dengan yang lain bisa juga beda. Namun faktor utamanya adalah alergi sehingga imunitas perlu dijaga agar tidak terkena infeksi saluran napas atau flu, karena flu atau infeksi saluran napas bisa menyebabkan kekambuhan asma.*(ANIK AS)
Berita Terkait
-
Pembangunan Kampus II UIN Saizu di Purbalingga Berlanjut, Lima Gedung Dinggarkan Rp 39,8 Miliar
-
Jalur Selatan KAI Terhambat Imbas Banjir Cilacap, Proses Perbaikan Sudah Terus Dilakukan
-
Maruf Cahyono, Sekjen MPR dan Ketua Alumni Unsoed Purwokerto Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan
-
Transportasi Penyumbang Inflasi Terbesar di Purwokerto dan Cilacap
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
KIS Group dan PT SMART Tbk Mulai Pembangunan Pabrik BioCNG Komersial di Sumatera Utara
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Di Balik Kasus Epstein: Rahasia Gelap di Balik Jas Mahal Para Elite
-
Profil Kensuke Takahashi, Eks Pelatih Indonesia yang Gigit Jari di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Mafia Tanah di Pulau Rempang
-
Sinopsis War Machine, Film Aksi Sci-Fi Netflix Soal Seleksi Militer Paling Brutal di Dunia
-
Profil Pemain Keturunan yang Direndahkan Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial