PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA – Pondok pesantren seperti mendapat pukulan keras ketika kasus-kasus yang bertentangan dengan moralitas agama justru mengemuka di antara santri dan ulamanya. Rentetan kasus kekerasan seksual hingga penganiayaan yang berakhir kematian santri di pondok pesantren belakangan hari sedikit banyak mengubah persepsi masyarakat terhadap lembaga pendidikan bercorak Islam tersebut.
Pesantren kini tidak sepenuhnya dianggap kawah candradimuka untuk menggembleng akhlak dan ilmu generasi muda umat islam. Pesantren kini juga dipandang sebagai tempat berkubangnya tindakan kekerasan.
Meski kasus yang mencuat bisa dihitung dengan jari, namun ini cukup memengaruhi penadangan publik tentang citra pondok pesantren yang semula suci jadi ternoda. Hal ini menjadi keresahan banyak pihak, tak terkecuali Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.
Berangkat dari keresahan ini, CLC melalui bidang yang ditekuni, yaitu perfilman, berikhtiar mengubah citra negatif pesantren. CLC akan keliling dari pondok ke pondok untuk memutar film berjudul “Pesantren”.
Film dokumenter “Pesantren” disutradarai Shalahuddin Siregar dengan produksi oleh Lola Amaria Production dan Negeri Films. Film akan diputar di tiga pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga pada momen Hari Santri Nasional (HSN) 2022 pada 21-23 Oktober 2022.
Film Dokumenter berdurasi 105 menit ini menggambarkan kehidupan para santri dari Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Cirebon, Jawa Barat. Ponpes dengan ribuan santri tersebut dipimpin oleh seorang perempuan.
Direktur FFP Nanki Nirmanto mengatakan, pemutaran diawali Jumat, 21 Oktober 2022 jam 20.00 di Pondok Pesantren Darul Abror Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja.
“Berlanjut pada Sabtu, 22 Oktober 2022 jam 20.00 di Ponpes An Nahl Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, dan Minggu, 23 Oktober 2022 jam 20.00 di Ponpes Al Ikhlash Aqshol Madinah Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari,” terangnya.
Memperkenalkan medium film kepada para santri menjadi penting agar santri juga berkesempatan belajar teknologi dan film menjadi salah satu pilihan dalam belajar dan berkarya.
Baca Juga: Simak, Hari Ini JPU Sampaikan Tanggapan atas Eksepsi Ferdy Sambo Dkk
“Kami memilih film “Pesantren” karena dirasa dekat dengan kehidupan para santri yang ada dan juga dapat menambah wawasan mengenai film documenter,” ujar Direktur Program FFP Nur Muhammad Iskandar.
Dari pemutaran film “Pesantren” ini harapan ke depan stigma buruk masyarakat terkait pesantren dapat dicerahkan sebagaimana visi dari film ini.
Program pemutaran film Pasca-FFP 2022 merupakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Program Strategis Dana Indonesiana.
Selain itu, program ini bekerjasama dengan Kedung Film Kebumen, Sangkanparan Cilacap, Art Film Banjarnegara, dan Bioskop Misbar Purbalingga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy
-
Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal Dicarikan Tempat Tinggal Baru
-
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya