- Militer AS menyerang lokasi strategis di Bandar Abbas, Iran, untuk mengamankan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
- Iran membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan udara AS, sementara Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara nasionalnya.
- Ketegangan militer ini memicu lonjakan harga minyak dunia lebih dari tiga persen di pasar energi global.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan militer AS sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz.
Kondisi ini membuat sejumlah negara Teluk seperti Kuwait langsung mengaktifkan sistem pertahanan udaranya menyusul ancaman rudal dan drone balasa dari Iran yang mengincar pangkalan militer AS.
Militer Kuwait melalui pernyataan di platform X mengatakan suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan masuk.
Namun, Kuwait tidak menjelaskan dari mana asal rudal dan drone tersebut.
Washington disebut melakukan serangan terhadap sebuah lokasi militer yang dinilai mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan serangan itu menyasar lokasi yang diyakini berpotensi mengganggu keamanan lalu lintas maritim di kawasan strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sebuah pangkalan udara milik Amerika Serikat setelah serangan AS dilakukan di luar Bandara Bandar Abbas.
“Jika itu diulangi, respons kami akan lebih tegas,” tulis IRGC dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, Tasnim.
Baca Juga: Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
Selain operasi militer, Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terhadap Persian Gulf Strait Authority, lembaga Iran yang mengatur lalu lintas kapal dan pungutan biaya di Selat Hormuz.
Pemerintah AS menuding otoritas tersebut memberikan keuntungan bagi IRGC melalui pengumpulan biaya dari kapal-kapal yang melintas.
Washington juga memperingatkan pihak yang bekerja sama dengan lembaga itu berisiko terkena sanksi.
Ketegangan yang terus meningkat langsung memengaruhi pasar energi global.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen, baik untuk Brent maupun West Texas Intermediate (WTI), akibat kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz.
Berita Terkait
-
Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan