PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Punya tubuh bertato mungkin menjadi kebanggan bagi sebagian orang yang memilikinya. Namun tak bisa dipungkiri, tato masih menjadi hal tabu di masyarakat.
Bahkan orang bertato kerap mendapat stigma buruk di masyarakat. Apalagi jika dihubungkan dengan moralitas atau syariat Agama.
Bertato identik dengan orang nakal, preman, pergaulan bebas, atau orang dengan konotasi buruk lainnya.
Ini yang membuat orang bertato sulit bersosialisasi dengan masyarakat pada umumnya, bahkan untuk mendapatkan pasangan.
Ini pula yang dialami AN, warga Kabupaten Banjarnegara. Umurnya tak lagi muda untuk ukuran pria lajang, sekitar 35 tahun.
Namun hingga kini, ia sulit mencari jodoh atau pasangan.
AN adalah pimpinan anak punk di komunitasnya. Tubuhnya dipenuhi tato hingga leher. Telinganya berlubang. Ia bekerja sebagai juru parkir di terminal. Berbagai bentuk kemaksiatan pernah ia lakukan, termasuk minum minuman keras.
AN tak mau terus-terusan hidup di jalanan. Ia ingin kembali ke jalan yang benar. AN memutuskan insyaf dan meninggalkan dunia hitam.
Namun tantangan bagi dia untuk berubah sangatlah berat. Stigmatisasi buruk tentangnya masih melekat.
Ia boleh berubah sikap hingga dipandang lebih baik. Namun tato yang memenuhi tubuhnya masih menjadi bumerang.
Baca Juga: Maksimalkan Persiapan Piala AFF 2022, TC Timnas U-20 di Spanyol Bakal Dipercepat
Sekalipun dia sudah berubah, namun orang tetap memandangnya buruk karena tubuhnya dipenuhi tato. Ia masih sulit bersosialisasi dengan orang-orang baik.
Ia bahkan kesulitan mencari pasangan wanita baik-baik. Wanita baik mana yang mau dengan pria bertato sepertinya. Mertua mana yang mau menerima menantu bertato sepertinya.
Ia pun menyadari semua itu. Dengan kondisi tubuh penuh tato, ia sendiri juga tak percaya diri mendekati wanita untuk menjadikannya istri.
"Ya sekarang mertua mana yang mau punya menantu bertato, " katanya
Ia sedih tak kunjung menemukan jodoh. Ia menyesal mengambil keputusan salah di masa lalu. Padahal ia sudah cukup berumur. Teman-teman sebayanya rata-rata sudah lama menikah, bahkan anaknya sudah besar.
Bukan hanya sulit mendapat pasangan, ia juga susah mendapat pekerjaan halal karena bertato.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB