/
Sabtu, 19 November 2022 | 11:22 WIB
Pria bertato (ilustrasi) (Pixabay)


Alhasil, ia terpaksa bertahan menjadi tukang parkir di terminal. Sepertinya hanya pekerjaan itu yang cocok untuk mantan anak punk bertato sepertinya. 


Padahal ia sudah ingin keluar dari pekerjaan itu setelah insyaf. Lingkungan terminal masih dekat dengan dunia hitamnya dulu. Ia tak mau terjerumus kembali ke dunianya dulu. 


Namun sulit baginya mendapatkan pekerjaan lain. Untuk membuka usaha sendiri pun, ia pikir-pikir. Selain tak memiliki modal, ia tak yakin dagangannya laku karena yang berjualan memiliki tato. 


"Sudah bertato, kerjanya di terminal, pasti orang memandang saya negatif. Orang tua pasti gak mau menjodohkan anaknya sama saya, " katanya


Namun, berat ujian dalam perjalanan hijrahnya ini tak menyurutkan niatnya untuk  menjadi orang lebih baik. 


Ia berharap bisa menemukan jodoh yang bisa menerima keadaannya. Ia sadar bukan orang baik, namun ada usaha baginya untuk terus menjadi lebih baik. 


Ia pun berharap bisa mendapatkan pekerjaan atau memiliki usaha mandiri sehingga bisa melepas pekerjaan lamanya di terminal. 


"Saya inginnya buka usaha, biar bisa keluar dari terminal. Tapi gak punya modal, " katanya

Baca Juga: Maksimalkan Persiapan Piala AFF 2022, TC Timnas U-20 di Spanyol Bakal Dipercepat

Load More