PURWOKERTO.SUARA.COM Pembacaan ayat suci Al Quran dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2022 menjadi hal baru. Sosok Ghanim Al Muftah pun menjadi sorotan seletah melantunkan potongan ayat dari Surat Al-Hujurat ayat 13.
Suara merdunya menggema di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar pada Minggu (20/11/2022) dalam pembukaan ajang sepak bola empat tahunan itu.
Ghanim Al Muftah bersama Morgan Freeman membawakan pesan perdamaian. Sosok Ghanim Al Muftah tak seperti remaja pada umumnya. Ia memiliki fisik yang berbeda dari kebanyakan orang karena mengidap kondisi langka, Caudal Regression Syndrome (CRS).
Remaja kelahiran 5 Mei 2002 ini lahir tanpa bagian bawah tubuh. Ghanim Al Muftah biasanya menggunakan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.
Dalam pembuakaan Piala Dunia semalam, Ghanim Al Muftah tampak menanggalkan kursi roda, dan berdiri menggunakan dadanya. Hal ini membuatnya langsung mendapatkan perhatian masyarakat dunia.
Caudal Regression Syndrome (CRS) atau displasia kaudal, merupakan kondisi tak normal pada tubuh bagian bawah. Pembentukan abnormal bagian bawah tubuh ditandai dengan berbagai tingkat kegagalan perkembangan yang melibatkan vertebra kaki, lumbal, sakral, dan tulang ekor, dan segmen sumsum tulang belakang.
Penderita CRS mungkin memiliki usus yang terpelintir, penyumbatan anus, dan penyimpangan sistem pencernaan lainnya. Lantas apa penyebab kondisi ini?
Dikutip dari suara.com penyebab CRS belum dipahami dengan baik. Dapat dikarenakan campuran antara faktor lingkungan dan genetik. Beberapa penyebab paling umum diyakini termasuk:
1. Genetika
Diperkirakan bahwa CRS adalah kelainan genetik.
Baca Juga: Keutamaan Surat Al Hujarat Ayat 13, Ayat Al Quran yang Menggema di Pembukaan Piala Dunia 2022
2. Kesehatan Ibu
Gula darah tinggi dan ketidakseimbangan metabolisme pada ibu hamil dipercaya memengaruhi perkembangan janin, terutama jika diabetes ibu tidak ditangani dengan baik. Namun, CRS juga bisa terjadi bila ibu tidak menderita diabetes. Hubungan antara keduanya masih dipelajari.
3. Gangguan Perkembangan
Jika ada masalah atau trauma pada rahim sekitar satu bulan setelah kehamilan, kejadian ini dapat mengganggu perkembangan kerangka, saluran pencernaan, dan sistem saluran kemih bayi.
4. Kelainan Pembuluh Darah
CRS dipercaya bisa terjadi akibat berkurangnya aliran darah. Penyumbatan oksigen dan nutrisi penting yang dibawa ke janin oleh darah dapat menyebabkan masalah perkembangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Film Flower Petals Rayakan 30 Tahun, Rilis Ulang dalam Versi Remaster 4K
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi
-
Lawan Minyak! 5 Sunscreen Stick Green Tea untuk Hasil Matte & Anti Iritasi
-
Rayakan HUT Sumsel, Tamu Wyndham Opi Palembang Bisa Nikmati Hidangan Gratis Ini
-
Tayang 2 Episode Perdana, Gold Land Sudah Membuat Penonton Ikut Tegang
-
Anak Dijadikan Lelucon hingga Konten Sensual, Daehoon Murka dan Putuskan Akses Pertemuan ke Jule
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu