PURWOKERTO.SUARA.COM- Setelah perayaan Thanksgiving, masyarakat Amerika Serikat biasanya merayakan Black Friday.
Perayaan Black Friday jatuh pada setiap hari jumat minggu terakhir bulan November setiap tahunnya. Lantas, apa itu black Friday?
Apa itu Black Friday?
Black Friday adalah hari libur tak resmi untuk para karyawan di Amerika Serikat. Perayaan Black Friday diberikan sejak libur resmi perayaan thanksgiving hingga akhir pekan di bulan November. Hingga saat ini, perayaan Black Friday telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia.
Uniknya, saat perayaan Black Friday umumnya toko-toko di Amerika Serikat memberikan penawaran khusus seperti diskon besar-besaran yang pastinya sayang untuk dilewatkan.
Bahkan, tak sedikit penjual yang membuka tokonya lebih lama guna memikat pembeli. Oleh karena itu, pada hari dirayakannya Black Friday dijadikan penanda bahwa musim belanja untuk natal telah dimulai.
Pada awalnya, istilah Black Friday yang muncul pertama kali pada tahun 1869 tidak ada hubungannya sama sekali dengan belanja natal. Hari itu adalah hari dimana harga emas anjlok yang menyebabkan kehancuran pasar.
Baru pada tahun 1950 hingga 1960-an, media Philadephia kembali menggunakan istilah Black Friday. Pada saat itu, terjadi kerusuhan di Philadelphia, sehari usai perayaan Thanksgiving. Setelah sebuah pertandingan banyak pengunjung yang belanja di toko-toko Philadelphia. Kejadian itu dibarengi dengan aksi dari para pengutil yang merampok barang dagangan ditengah keramaian tersebut.
Namun, karena petugas menjaga keamanan pada saat itu sedang bekerja ekstra dalam menangani padatnya lalu lintas. Sehingga mereka kewalahan untuk mengamankan kondisi yang makin tak kondusif.
Baca Juga: Sosok Ulul Albab El Ibrahim, Bocah Indonesia yang Digandeng Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
Peristiwa kelam sehari usai libur Thanksgiving tersebut pun membuat Black Friday mempunyai konotasi negatif.
Untuk menghilangkan konotasi negatif tersebut, pada tahun 1961, pedagang di Philadelphia telah mencoba untuk mengubah istilah Black Friday jadi Big Friday. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Sampai akhirnya pada tahun 1980-an, para pedagang menemukan cara menghilangkan konotasi negatif pada perayaan Black Friday menjadi lebih positif. Adapun caranya dengan memanfaatkan konsep keuntungan 'merah ke hitam' serta adanya diskon besar-besaran.
Cara itu rupanya berhasil. Hingga saat ini, istilah Black Friday pun lebih dikenal dengan hari belanja dan diskon besar-besaran usai Thanksgiving dan jelang perayaan hari raya Natal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi