PURWOKERTO.SUARA.COM- Setelah tertimpa musibah gempa bumi pada 24 November 2022, warga yang terkena dampaknya langsung mendirikan posko darurat berupa tenda-tenda.
Banyak tenda yang didirikan sesuai dengan kebutuhan warga yang terdampak, salah satunya ‘Tenda Sakinah’. Tenda ini dibuat oleh inisiasi warga Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Setelah didirikan dan foto tenda tersebar luas di media sosial, banyak warganet yang mempertanyakan fungsi dari ‘Tenda Sakinah’ yang berada di lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat.
Lalu, Apa itu ‘Tenda Sakinah’?
Tenda Sakinah adalah tenda yang digunakan untuk aktivitas seksual pasangan suami istri di daerah terdampak gempa Cianjur.
Dengan kata lain, tenda sakinah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis suami istri yang aktivitas seksualnya terganggu karena adanya bencana.
Mengutip dari Suara, Feri R Firdaus mengatakan pendirian tenda dilakukan setelah salah seorang warga Desa Pasir Pong yang pulang kampung seusai merantau kerja selama dua bulan bertepatan dengan terjadinya gempa.
Setelah gempa terjadi, banyak rumah warga yang rusak total dan mengakibatkan warga harus diungsikan. Oleh karena itu, tenda sakinah didirikan agar pasangan bisa melepas kerinduan dan memenuhi hasrat seksualnya.
Pada awalnya, pendirian tenda ini mendapatkan pertentangan dari warga setempat karena dianggap tabu. Namun, seiring berjalannya waktu masa tanggap darurat dan warga belum bisa menempati rumahnya kembali, pendirian tenda sakinah dapat diterima semua warga. (citra safitra)
Baca Juga: Cara Nonton TV Online di HP dan laptop secara Gratis. Nonton Kapan Saja Dimana Saja
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus