PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca erupsi Gunung Semeru pada Minggu 04 Desember 2022 lalu. Aktivitas di lokasi terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru masih terus dibatasi. Bahkan warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, dan Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur diminta lebih berhati-hati.
Utamnya saat berupaya mengevakuasi barang-barang yang tersisa dan hewan ternak yang selamat ke tempat yang lebih aman. Muhammad Latif (50) warga Dusun Kajar Kuning yang rumah dan tempat usahanya terdampak awan panas guguran (APG) Semeru, mengevakuasi tiga sepeda motor, alat-alat pertukangan, dan sound system.
“Semuanya habis akibat APG Semeru. Saya baru sebulan buka usaha mebel, kayu-kayunya habis,” ujarnya dikutip dari Antara. Rabu (7/12/2022
Latif dan keluarganya mendapat hunian dari pemerintah pada 3 Desember 2022 dan berencana membersihkan hunian yang akan mereka tempati pada 4 Desember 2022 pagi.
“Namun, sore harinya rumah beserta isinya habis karena terjangan APG. Barang-barang tidak sempat kami pindahkan karena kami tidak tahu (Semeru akan mengeluarkan awan panas guguran),” kata Latif.
Awan panas guguran Semeru menghabiskan peralatan yang ada di rumah dan tempat usaha Latif. Sejak Senin kemarin ia sudah mulai bongkar untuk mengambil barang meskipun sudah tidak bisa dipakai, seperti peralatan pertukangan serta sound system.
“Seperti sepeda motor ini kan tidak bisa dipakai, tapi siapa tahu jika dijual ke tukang rongsokan masih bisa,” ujarnya.
Latif menuturkan bahwa keluarganya semula berencana pindah ke hunian tetap yang disediakan oleh pemerintah pada 5 Desember 2022, tetapi takdir berkata lain.
Keluarga Latif dan warga sekitar Semeru yang lain menghadapi musibah. Lingkungan tempat tinggal mereka terdampak awan panas guguran Gunung Semeru.
Baca Juga: Balai Desa Maribaya Purbalingga Mirip Istana Kepresidenan
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (6/12/2022) pukul 18.00 WIB sebanyak 781 orang mengungsi di 21 lokasi untuk menghindari dampak awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
Abdul Muhari Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, meminta warga mewaspadai banjir lahar dingin di daerah aliran sungai saat hujan yang mengguyur Gunung Semeru.
Status aktivitas Gunung Api Semeru saat ini berada di level IV atau awas. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan, dalam area sejauh 19 kilometer dari puncak gunung (pusat erupsi).***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori yang Tewas Tragis, Keluarga Terpaksa Masuk Lewat Jendela
-
Fakta di Balik Mahalnya Harga Baju Syar'i, Bisa Pakai 6 Meter Kain untuk Satu Set
-
5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Spek Gahar dan Performa Andal
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Cari Tablet Murah yang Bisa Telepon? 4 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card 2026 yang Layak Dipinang
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung