PURWOKERTO.SUARA.COM - Beberapa waktu terakhir ramainya tarif yang bakal di tetapkan media sosial Twitter terus menjari perhatian penggunanya. Hal tersebut setelah aplikasi berlogo burung biru itu dimiliki oleh Elon Musk dan berniat merubah berbagai aturan didalam aplikasi yang berpusat di San Francisco, California, Amerika.
Bahkan beru-baru ini melalui akun resmi Twitternya, pihak penyedia layanan ini mengumumkan harga berlangganan layanan Twitter Blue sebesar US$11 perbulan atau setara Rp172 ribu untuk perangkat iOS, lebih mahal dibandingkan versi website.
"Kami meluncurkan ulang @TwitterBlue hari Senin - langganan di web untuk US$8 per bulan (Rp125 ribu) atau iOS US$11 per bulan (Rp172 ribu) untuk mendapatkan akses ke fitur-fitur khusus pelanggan," tulis akun @Twitter, dikutip Antara. Senin, 12 Desember 2022.
Tidak dijelaskan mengapa harga langganan Twitter Blue lebih mahal untuk perangkat iOS. Twitter dalam cuitan juga tidak memberikan informasi harga langganan untuk perangkat Android. Pada cuitan itu, disebutkan bahwa biaya berlangganan sudah termasuk untuk fitur centang biru alias akun terverifikasi.
Bahkan ketika pengguna sudah berlangganan, ada beragam fasilitas yang akan didapatkan. Mulai Edit Tweet, unggah video 1080p. Setelahnya mode pembaca dan tanda centang bitu akan didapat setelah akun pengguna tersebut sudah ditinjau.
Nantinya jika sudah mendapatkan tanda centang biru, pelanggan Twitter Blue masih bisa mengganti nama akun, nama tampilan (display) dan foto profil dengan konsekuensi kehilangan tanda verifikasi untuk sementara.
Pun begitu Twitter akan memberikan tanda centang biru lagi setelah akun ditinjau ulang. Bersamaan dengan peluncuran Twitter Blue untuk iOS dan web, Twitter mengganti warna label resmi (official) dengan tanda centang emas untuk akun bisnis. Sementara label resmi untuk akun pemerintah dan organisasi multilateral juga akan berganti warna menjadi abu-abu.***
Berita Terkait
-
Korlantas Polri Bakal Ganti BPKB Konvensional dengan Digital, Apa Bedanya ?
-
Tak Hanya Centang Biru, Twitter Bakal Punya Centang Emas dan Abu-abu
-
Pengguna Twitter Berbondong-bondong Pindah ke Mastodon, Apa Itu?
-
Elon Musk Kembali Buat Aturan Baru Pengguna Twitter, Akun Tiru Orang Lain Bakal Ditangguhkan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan