/
Senin, 12 Desember 2022 | 22:25 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky. ((Foto. Pbsi.id))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca usainya gelaran BWF World Tour Finals  di Bangkok, Thailand pada Minggu (11/12/2022) kemarin yang menempatkan dua runner-up yang dibukukan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ganda putra dan Anthony Sinisuka Ginting tunggal putra  menjadi catatan PP PBSI.

Pasangan berjuluk The Daddies itu ditundukkan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi ganda putra asal China, setelah berjuang selama 59 menit dengan skor akhir 17-21, 21-19, 12-21. Sementara itu Anthony Sinisuka Ginting tunggal putra tak mampu mematahkan dominasi Viktor Axelsen dalam babak final dalam dua gim langsung 13-21, 14-21 meski sudah mengeluarkan strategi terbaiknya di lapangan.

Rionny Mainaky Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan PP PBSI mulai merancang persiapan untuk menghadapi musim kompetisi 2023 bagi atlet penghuni Pelatnas Cipayung dengan berfokus pada aspek nonteknis.

“Di tahun depan kita akan fokus pada pembenahan dan peningkatan faktor nonteknis,” tuturnya lewat informasi resmi di Jakarta, Senin (12/12/2022) dikutip Antara.

Hal tersebut diungkapkan Rionny menyikapi hasil dari BWF World Tour Finals 2022 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 7-11 Desember.Menurut Rionny, Skuad Merah Putih tampil cukup baik dan mampu menyabet

Bahkan lima wakil lainnya yang bermain pada seluruh nomor sudah menunjukkan permainan yang memuaskan. Hanya saja, faktor nonteknis masih menjadi ganjalan bagi wakil Indonesia untuk bermain lebih prima.

Rionny mencontohkan, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti ganda putri harus bisa memperbanyak variasi permainan dan memperkuat pertahanan. “Pola permainan Apri/Fadia sudah mulai terbaca lawan, jadi harus dicari variasi-variasi lain agar tidak monoton. Pertahanannya juga diperkuat,” ujarnya.

Penilaian serupa juga ditujukan kepada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ganda putra peringkat tiga dunia itu dinilai sudah mengantongi kemampuan yang sangat baik, sayangnya mereka belum bisa menjaga konsistensi permainan saat berada dalam poin-poin penting.

Namun Rionny turut mengapresiasi perkembangan positif pemain lainnya, misalnya Gregoria Mariska Tunjung yang terbilang tahan banting kala menghadapi lawan-lawan berat pada penyisihan grup.

Baca Juga: Tawarkan PSK Lewat MiChat, Germo Asal Purwokerto Dibekuk Polres Kebumen

“Gregoria sudah bisa mengalahkan Chen Yu Fei, merepotkan An Se Young, serta Akane Yamaguchi. Itu sesuatu yang cukup luar biasa,” paparnya.

Kepercayaan diri dan mentalnya sudah mulai kembali tersebut yang penting. Tapi PR-nya adalah di ketahanan otot dan sedikit fokusnya. Pihaknya akan terus tingkatkan, Rionny menegaskan bahwa perjuangan maksimal bukan berarti evaluasi tidak dilakukan.

Ia berharap anak-anak asuhnya untuk memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan-kekurangan. Bahkan pihaknya sudah menyampaikan ke anak-anak untuk mengevaluasi permainan secara rinci lewat video analisis.

“Segala kekurangan akan diperbaiki bersama pelatih, yang penting mereka ada kemauan memperbaiki dan meningkatkan kemampuan,” pungkasnya.***

Load More