PURWOKERTO.SUARA.COM – Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) akan menampilkan Tarian Nusantara Harmoni yang merupakan perpaduan unsur gerakan tari dan iringan dari berbagai daerah di Indonesia. Minggu, 18 Desember 2022.
Kegiatan tari tersebut akan melibatkan sekitar 5.000 penari yang akan memenuhi Candi Prambanan dalam acara Jogja Menari II yang akan digelar.
Dikutip Antara, M Romahurmuziy (Rommy) Ketua Umum Panitia Lustrum menjelaskan, diawali kesuksesan Jogja Menari I yang sebelumnya digelar di Alun-alun Utara, Yogyakarta pada 23 Desember 2018.
Sementara kegiatan Jogja Menari saat ini akan digelar kembali sebagai puncak rangkaian acara Lustrum XIII SMA Negeri 1 Yogyakarta di lapangan Shiwa dan Brahma, Candi Prambanan.
Rommy mengatakan tahun 2022 Jogja Menari II sebagai event dari Teladan untuk Teladan, dari Teladan untuk Jogja, dan dari Teladan untuk Indonesia. Kegiatan itu menjadi persembahan karya alumni SMA 1 Yogyakarta dalam upaya melestarikan budaya, merawat kebhinekaan, dan mendukung pariwisata.
Ia menyebut acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sri Paku Alam X Wakil Gubernur DIY. Para walikota/bupati serta seluruh Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Yogyakarta.
Serta akan dimeriahkan Seniman mulai Didik Nini Thowok, Uni Yutta, dan Kinanti Sekar Rahina maestro tari Indonesia, para artis, pekerja seni dan budaya, komedian, serta public figure akan turut meramaikan pagelaran Jogja Menari II ini.
“Jogja Menari II terbuka bagi keterlibatan masyarakat umum, sanggar tari, komunitas, sekolah, madrasah,” ujarnya.
Rommy menambahkan para wisatawan yang sedang berlibur ke Yogyakarta juga bisa ikut terlibat. Pun para peserta sebelumnya dapat mempelajari Tarian Nusantara Harmoni melalui Kanal YouTube Jogja Menari.
Baca Juga: Timnas Maroko Tertinggal 1 - 2 di Babak Pertama Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
Menurutnya, Tarian Nusantara Harmoni merupakan karya tari baru yang akan ditarikan para peserta secara bersama yang memadukan unsur gerakan dan iringan dari Yogyakarta, Aceh, Betawi, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku, hingga Papua.
Tarian itu membawa makna semangat kebangkitan bersama Indonesia setelah melewati masa pandemi menuju Indonesia baru. “Dalam acara Jogja Menari II juga diadakan kompetisi dengan total hadiah Rp100.000.000 untuk kategori grup terbaik, kostum terbaik, dan penari terbaik,” pungkas Rommy.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Kasus BPK Sumsel: Ini Daftar Tersangka dan Pihak yang Masih Diperiksa KPK
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?