/
Minggu, 18 Desember 2022 | 15:50 WIB
Profil Karen's Dinner Restoran

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Keberadaan Karen’s Dinner, restoran asal Australia yang hadir di Jakarta pada 15 Desember 2022 menuai kontroversi.

Umumnya restoran yang berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. Namun tidak dengan Karen's Dinner. Konsep pelayanan di restoran itu, para pelayan justru dituntut beraku kasar atau galak kepada pelanggannya. 

Sehingga pelanggan benar-benar harus siap mental ketika mendatangi restoran ini karena bakal dihujani kata-kata kasar hingga makian. 

Karen’s Dinner didirikan Direktur Viral Ventures Aden Levin dan James Ferrel dari Australia. Restoran ini dinamai Karen yang dalam bahasa slang berarti suka mengeluh. 

Konsep pelayanan terinspirasi dari sosok Karen yang dianggap sebagai perwujudan sosok menyebalkan, kasar, dan selalu merasa paling benar. 

Perilaku sosok Karen kemudian diadaptasi dalam sebuah restoran. 

Restoran ini mulai dibuka sejak Oktober 2021 di Sydney, Australia saat terjadi pembatasan Covid-19. Siapa sangka, dengan konsep demikian, bisnis itu berkembang pesat hingga berhasil membuka cabang 7 tempat dalam waktu 1 tahun saja.

Di restoran ini, para pelayan akan melayani dengan marah, jutek, dan kasar. Mereka bahkan tak sungkan mengolok pelanggan yang datang.

Tak hanya memasang muka jutek, para pelayan juga akan meletakkan pesanan secara kasar bahkan dilempar. 

Baca Juga: Tak Hanya Notes, Instagram Tengah Bersiap Luncurkan 4 Fitur Baru Lainnya

Menu andalan di Karen’s Dinner merupakan makanan cepat saji seperti burger, chicken wings, dan makanan khas restoran cepat saji lainnya. Menu yang paling ditonjolkan adalah burger. 

Namun dari video yang beredar, pelayanan Karen’s Dinner dikritik karena sempat diduga melakukan body shamming kepada pelanggan. Banyak pula yang menilai, konsep ini kurang cocok di Indonesia.

Sumber : suara.com

Load More