PURWOKERTO.SUARA.COM- Saat ini pelanggaran privasi di media sosial telah menjadi masalah serius. Penelitian dari Proxyrack juga mengungkapkan tingkat volume pelanggaran dan bobot orang yang terkena dampaknya sejak munculnya media sosial.
Berikut deretan situs media sosial yang hobi curi data pengguna dirangkum untuk kamu dan cara periksanya.
1.Facebook
Facebook telah terjebak dalam delapan pelanggaran data sejak diluncurkan pada 2004, termasuk skandal Cambridge Analytica, melibatkan perusahaan yang menjual data dari sekitar 87 juta pengguna.
Selain itu, ada pelanggaran pada 2013, dua lagi pada 2018 dan 2019, yang secara keseluruhan mengungkap data pribadi lebih dari 2 miliar pengguna.
2.MySpace
MySpace telah melewati tiga pelanggaran data, yang pertama pada 2008 tak lama setelah itu telah dilampaui oleh Facebook ketika 360 juta data pengguna dicuri.
Informasi tersebut dijual pada 2016 ketika situs tersebut telah menjadi peninggalan era internet sebelumnya dan ada juga peretasan berukuran serupa pada 2013.
3.Google
Baca Juga: Juarai Piala Dunia 2022, Lionel Messi Lewati Rekor Para Legendaris
Menurut Australian Associated Press, dalam pertarungan hukum dengan pengawas persaingan Australia, Google telah setuju untuk membayar denda sebesar 60 juta Dolar AS.
Ini karena raksasa teknologi itu mengumpulkan pengguna yang menyesatkan tentang data lokasi pribadi.
Pada April tahun lalu, Pengadilan Federal Australia menemukan bahwa Google telah melanggar undang-undang konsumen dengan menyesatkan beberapa pengguna.
Google membuat pengguna percaya bahwa itu tidak mengumpulkan data pribadi tentang lokasi mereka melalui perangkat seluler yang diberdayakan oleh sistem operasi Android.
Namun, itu terus mengumpulkan dan mengakses data lokasi saat riwayat lokasi pengguna disetel ke "non aktif" tetapi aktivitas web dan aplikasi mereka "aktif" dan mereka menggunakan aplikasinya.
4.LinkedIn
LinkedIn milik Microsoft mencatat pelanggaran data pertamanya pada 2012, mengklaim sekitar 6,5 juta akun terpengaruh sebelum memperbarui perkiraan angka menjadi 165 juta pada 2016.
Nama, tempat kerja, alamat email pribadi, jabatan, dan tautan profil individu dari 66 juta pengguna lainnya dihapus dalam kebocoran 2018, dan perusahaan telah mengalami total empat pelanggaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Home in a Lunchbox: Saat Bekal Makan Siang Menjadi Simbol Kasih Sayang
-
Striker Singapura Ilhan Fandi: Indonesia Selalu di Hati, Tapi Nanti Malam Kita Rival
-
Gara-gara Es Rp10 Ribu, Dua Sales di Bandar Lampung Nyaris Diamuk Massa
-
Iran Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Mau Beli Motor Bekas? Ini Deretan Dokumen Wajib yang Harus Kamu Periksa Biar Nggak Ketipu
-
Bukan Orang Kaya Saja, Semua Keluarga Perlu Siapkan Warisan Sejak Dini
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik
-
Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya
-
Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan
-
Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda