/
Minggu, 01 Januari 2023 | 10:42 WIB
Tank perang (ilustrasi)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Perang antara Rusia dengan Ukraina meningkatkan permintaan perlengkapan militer atau senjata dan amunisi. 

Penjualan senjata dari Amerika Serikat (AS) ke negara-negara sekutu NATO pun dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat pada 2022. Ini sebagaimana laporan majalah dua bulanan AS Foreign Policy.


Para pebisnis senjata di AS kini tengah menikmati keuntungan akibat omset penjualan meningkat. 

Dari laporan media sama, pada 2021 pemerintah AS menyetujui 14 penjualan senjata utama kepada sekutu NATO, dengan nilai total penjualan mencapai 15,5 miliar dolar AS.

Tahun berikutnya, 2022, pemerintah AS menyetujui 24 penjualan senjata senilai kurang lebih 28 miliar dolar AS.

Negara sekutu NATO seperti Latvia, Estonia dan Lithuania memesan HIMARS Multiple-Launch Rocket System (MLRS), peralatan militer itu juga diterima Ukraina dari AS.

Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini juga mengizinkan penjualan 116 tank M1A1 Abrams ke Polandia, setelah Warsawa mengirim T-72 era Soviet dan tank PT-91 buatan dalam negeri ke pasukan Kiev.

Empat produsen senjata terbesar AS mengakhiri tahun 2022 dengan stok pada atau mendekati level tertinggi sepanjang masa. Harga saham Lockheed Martin bahkan dilaporkan naik 37 persen dari tahun lalu.

Sementara harga saham Raytheon naik sebesar 17 persen tahun ini. Begitu pula, General Dynamics yang meningkat nilainya sebesar 18 persen.

Baca Juga: Garansi Servis Honda Sampai 30 Hari, Ini Syarat dan Ketentuannya

Sumber : suara.com

Load More