PURWOKERTO.SUARA.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memblokir 1.321 konten hoaks dalam ranah politik hingga 3 Januari 2023. Hal tersebut disampaikan Menkominfo RI Johni G. Plate pada acara konferensi pers Kemenkominfo bersama Polri dalam konteks Pemilu 2024 yang bebas dari hoaks dan kejahatan cyber, Rabu (4/1/2023) petang di Kemenkominfo Jakarta.
Menkominfo menyatakan, dinamika pada tahun politik salah satunya adalah penyebaran hoaks, ujaran kebencian dengan berbagai variabelnya seperti politik identitas mencapai ribuan konten.
Sebanyak 1.321 telah diblokir oleh Kemenkominfo karena berpotensi menimbulkan hal yang kontraproduktif dan mengancam persatuan negara
"11 streaming radikal dan 86 URL telah kami blokir karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Dia menegaskan, Pemilu adalah momentum untuk menentukan arah bangsa dan seluruh warga negara bisa berpartisipasi untuk memilih pemimpin dan diminta untuk menghormati calon. Dirinya mengimbau dan berharap agar Pemilu jangan diisi dengan Post-truth, propaganda, disinformasi dan malinformasi.
"Jangan juga ruang digital kita diisi dengan ujaran kebencian sehingga masyarakat juga harus memiliki rasa tanggung jawab pada pemanfaatan ruang digital," ujarnya.
Wakabareskrim Polri, Irjen. Pol. Asep Edi Suheri dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar hoaks, ujaran kebencian dan penggunaan politik identitas tidak boleh lagi terjadi. Ruang digital harus digunakan untuk penyampaian visi misi obyektif sehingga Pemilu 2024 memunculkan hal yang konstruktif.
"210 juta warga pengguna internet dan 191,4 juta warga pengguna Medsos harus bijak memanfaatkan ruang digital," katanya.
Sebagai informasi, pada Oktober 2022 lalu, Menkominfo bersama Kapolri telah menandatangani MoU tentang apa saja yang dilarang di ruang digital.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Tontonan Buat Kamu yang Lagi Insecure soal Penampilan, Wajib Saksikan!
PURWOKERTO.SUARA.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memblokir 1.321 konten hoaks dalam ranah politik hingga 3 Januari 2023. Hal tersebut disampaikan Menkominfo RI Johni G. Plate pada acara konferensi pers Kemenkominfo bersama Polri dalam konteks Pemilu 2024 yang bebas dari hoaks dan kejahatan cyber, Rabu (4/1/2023) petang di Kemenkominfo Jakarta.
Menkominfo menyatakan, dinamika pada tahun politik salah satunya adalah penyebaran hoaks, ujaran kebencian dengan berbagai variabelnya seperti politik identitas mencapai ribuan konten.
Sebanyak 1.321 telah diblokir oleh Kemenkominfo karena berpotensi menimbulkan hal yang kontraproduktif dan mengancam persatuan negara
"11 streaming radikal dan 86 URL telah kami blokir karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Dia menegaskan, Pemilu adalah momentum untuk menentukan arah bangsa dan seluruh warga negara bisa berpartisipasi untuk memilih pemimpin dan diminta untuk menghormati calon. Dirinya mengimbau dan berharap agar Pemilu jangan diisi dengan Post-truth, propaganda, disinformasi dan malinformasi.
"Jangan juga ruang digital kita diisi dengan ujaran kebencian sehingga masyarakat juga harus memiliki rasa tanggung jawab pada pemanfaatan ruang digital," ujarnya.
Wakabareskrim Polri, Irjen. Pol. Asep Edi Suheri dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar hoaks, ujaran kebencian dan penggunaan politik identitas tidak boleh lagi terjadi. Ruang digital harus digunakan untuk penyampaian visi misi obyektif sehingga Pemilu 2024 memunculkan hal yang konstruktif.
"210 juta warga pengguna internet dan 191,4 juta warga pengguna Medsos harus bijak memanfaatkan ruang digital," katanya.
Sebagai informasi, pada Oktober 2022 lalu, Menkominfo bersama Kapolri telah menandatangani MoU tentang apa saja yang dilarang di ruang digital.
Berita Terkait
-
Sistem Proporsional Tertutup dalam Pemilu 2024 Santer Dibicarakan, 8 Parpol Nyatakan Menolak
-
Buah Ucapan Ketua KPU Direspons Petinggi 8 Parpol, Sepakat Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
-
Kaesang Pangarep Dikabarkan Tanggung Biaya Rumah Sakit Indra Bekti, Begini Faktanya
-
Jelang Pemilu, Wapres Ingatkan Pemberian Zakat Jangan Dikaitkan dengan Hal Politis
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
-
Berstatus Bebas Transfer, Juventus Pertimbangkan Rekrut John Stones
-
Bukan Ganti Pejabat, Ini Prioritas Pertama Sumarni Usai Gantikan Edison di Muara Enim
-
Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa
-
5 Zodiak Dikenal Paling Gampang Selingkuh, Ada yang Hobi Tebar Pesona
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Australia, Mathew Baker Langsung Starter
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Langganan Folaplay dan MAXStream TV Bayar Berapa? Streaming Resmi Piala Dunia 2026