PURWOKERTO.SUARA.COM- Seperti yang kita tahu, bisnis e-commerce telah merajai perekonomian selama kurun waktu terakhir ini. Salah satunya media sosial Facebook yang kini mulai merambah bisnis tersebut.
Melalui Facebook konsumen akan ditawarkan dengan pelayanan yang mudah, banyak pilihan dan tentu saja gratis. Tak hanya itu, aplikasi ini juga memiliki pengguna di seluruh dunia, sehingga memungkinkan konsumen atau pun pembeli membeli dan menjual produk ke seluruh dunia.
Sayangnya, keamanan Facebook sebagai media e-commerce belum bisa terjamin. Hal ini karena masih banyak penipuan yang terjadi dan berkembang pesat di platform ini.
Tidak seperti pasar online seperti eBay atau Amazon, pembeli akun Facebook melakukan percakapan langsung dengan penjual dan memberikan kesempatan kepada penipu untuk memikat korban dalam beberapa penipuan.
Berikut cara menghindari penipuan dan jenis penipuan yang ada di Facebook Marketplace yang dirangkum khusus, apa saja?
1.Minta bukti video atau pun foto sebelum melakukan transaksi
Hal pertama yang harus dilakukan saat melakukan transaksi melalui e-commerce adalah meminta foto dan video produk secara langsung sebelum mulai ke percakapan lebih dalam. Selain itu, kalian juga harus memeriksa harga normal melalui official store atau pun Amazon. Jika berencana membeli barang tersebut, pastikan untuk bertemu dengan penjual di tempat umum dan mengambil produk sebelum melakukan transfer.
2.Umpan dan Ganti
Umpan dan ganti adalah salah satu teknik populer yang digunakan penjual untuk memikat konsumen agar membeli barang lainnya yang mereka jual. Untuk lebih lengkapnya, berikut cara kerja teknik “Umpan dan Ganti”.
Seorang penjual memosting barang dengan permintaan tinggi di Facebook Marketplace untuk menarik perhatian. Ketika calon konsumen bertanya tentang produk, penjual akan menjawab produk itu sudah terjual. Kemudian penjual meminta calon konsumen-nya untuk pergi dengan barang serupa lainnya sebagai gantinya.
3.Waspada penggunaan kwitansi pembayaran palsu
Tips selanjutnya wajib diketahui oleh penjual nih, teknik kwitansi pembayaran palsu adalah teknik klasik yang sering terjadi di e-commerce. Pengguna Facebook tersebut membagikan tangkapan layar atau tanda terima palsu yang menunjukkan pembayaran yang berhasil.
Baca Juga: Tenang Menyeberang Jalan dengan Pelican Crossing di Kebumen
Sebagai penjual, kalian harus mengirimkan produk setelah menerima pembayaran di rekening bank atau platform pilihan. Kalian harus tetap menggunakan metode pembayaran Facebook Marketplace resmi atau PayPal untuk menerima lansiran instan untuk konfirmasi.
4.Hati-hati dengan hadiah yang menggiurkan
Facebook Marketplace dikemas dengan hadiah palsu dengan tujuan mencuri data pribadi dan informasi rahasia seperti tanggal lahir, alamat, lokasi kantor, detail penghasilan, dan lainnya.
Jika hadiah hanya menanyakan nama dan profil Facebook, kamu dapat melanjutkan dan mengisi detail-nya. Namun, beberapa hadiah mungkin meminta kalian mengisi seluruh formulir dengan informasi rahasia. Kalian harus menghindari petunjuk di layar seperti itu.
5.Kelebihan pembayaran oleh pembeli
Salah satu jenis penipuan yang sering dilakukan melalui platform ini adalah mengaku kelebihan uang saat melakukan pembayaran dan yang sering menjadi korbannya adalah penjual. Di sini, calon pembeli membayar lebih, mengakui kesalahannya, dan meminta kamu mengembalikan jumlah yang tersisa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Apakah Ada Body Lotion G2G? Ini 5 Body Serum yang Bisa Jadi Alternatif
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi