/
Kamis, 19 Januari 2023 | 17:27 WIB
Pelaksanaan sidang tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya. ((Foto. Antaranews.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pekan ini Pengadilan Negeri Surabaya mulai menyidangkan kasus Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada awal Oktober 2022 lalu. Bertempat di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/1/2023) hari ini sidang kali ini merupakan yang kedau.

Pada proses sidang kedua seorang saksi dari anggota Polri yang berjaga di pintu 12 Stadion Kanjuruhan Malang saat kejadian berlangsung didatangkan. Eka Naravia satu diantara tiga saksi dari unsur Polri menyampaikan kesaksiannya.

Ia menyebutkan dalam kesaksiannya mulai dari gambaran kondisi para korban yang berdesakan di gate, hingga tidak pernah adanya instruksi antisipasi chaos oleh Kapolres Malang pada saat itu.

Hal tersebut disampaikan Eka, usai disumpah oleh majelis hakim dalam sidang yang berlangsung hari ini. Ia menjawab berurutan pertanyaan lima Jaksa Penuntut Umum (JPU), empat pengacara dari terdakwa Arema FC, dan dua majelis hakim.

Pada laga home Arema FC vs Persebaya Surabaya 1 Oktober 2022 lalu dengan jadwal kick off pukul 20.00 WIB tersebut, Eka mengikuti apel gelar pasukan pengamanan yang dipimpin AKBP Ferli Hidayat Kapolres Malang yang menjabat saat itu.

Eka yang merupakan satu dari belasan anggota Polsek Pakis Malang yang ditunjuk ikut pengamanan laga itu menyebut, tidak ada petunjuk antisipasi jika terjadi chaos (situasi kacau).

“Tidak pernah ada petunjuk kalau terjadi chaos, jalur escape-nya seperti apa. Tidak pernah. Pak Kapolres menyampaikan waktu itu, bahasa eksesif disampaikan. Tapi kurang bisa dipahami anggota,” kata Eka dikutip Antaranews.com. Kamis, (19/01/2023).

Tak hanya saat tragedi Kanjuruhan terjadi, tapi sejak dia bertugas, lanjut Eka, tidak pernah ada briefing soal evakuasi penonton jika ada kejadian diluar dugaan. Yang ia ketahui, jika terjadi chaos akan diselesaikan steward dan polisi hanya membantu.

“Sepengetahuan saya, selama ini kompetisi liga home Arema FC setiap briefing tidak pernah tersampaikan evakuasi atau pengakanan penonton jika ada kejadian tidak diinginkan,” ujarnya.

Baca Juga: WhatsApp Siapkan Fitur Baru Unggahan Status Pesan Suara, Bagaimana Cara Pakainya : Cek di Sini

Polisi yang sudah beberapa kali ditugaskan membantu pengamanan pintu stadion saat laga home Arema FC sejak 2004 itu mengaku, baru tiba di depan gate 12 sekitar pukul 17.30 WIB. Tapi, pintu baru dibuka pukul 18.00 untuk penonton bisa masuk.

“Pintu berbentuk kupu tarung dengan pembatas besi di tengah, bisa cukup dua orang. Itu akses keluar dan masuk. Dibuka pukul 18.00 WIB saat petugas steward datang bawa kunci,” imbuhnya.

Pada pertandingan sebelum-sebelumnya, setiap dirinya bertugas, Eka menyebut kalau maksimal penonton hanya bisa masuk pada babak pertama. Tapi saat itu penonton yang sudah berpegang tiket terus masuk meski kapasitas tidak memadai.***

Load More