/
Rabu, 22 Februari 2023 | 09:51 WIB
Istigazah warga NU Kedungbanteng Banyumas sebagai ikhtiar menolak perubahan nama SMP 3 Diponegoro menjadi SMP Al Azhar, Selasa malam 21 Februari 2023. (Istimewa)


PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Ratusan warga NU Kedungbanteng menggelar doa bersama atau istigazah sebagai ikhtiar menolak perubahan mama SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng menjadi SMP Al Azhar. Kegiatan yang digagas lintas alumni SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng ini berlangsung di Jalan Bojong Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Selasa 21 Februari 2023 malam.

Acara dimulai pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB. Hadir pada acara ini ratusan warga NU dan alumni SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng.

Mereka memadati Jalan Bojong yang ditutup tarub ukuran 4x24 meter. Mereka duduk lesehan di atas karpet Jalan Bojong Kedungbanteng.

"Alhamdulillah, upaya para alumni dalam rangka menolak perubahan nama SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng menjadi SMP Azhar mendapat dukungan penuh dari warga NU Kedungbanteng," kata Darsono, Ketua Lintas Alumni SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng.

"Saya juga sangat berterimakasih kepada para sesepuh NU Kecamatan Kedungbanteng yang telah berkenan hadir dan memimpin doa pada malam hari ini," ujar Darsono menambahkan.

Rangkaian kegiatan istigazah diawali dengan bacaan tawasul oleh Rois Syuriah MWC NU Kedungbanteng, KH Tafsir Wahyudin. Setelah itu,  pembacaan istighosah dipimpin oleh Gus Abdul Hamid, Wakil Ketua MWC NU Kedungbanteng.

Adapun doa dipanjatkan oleh sembilan ulama Kecamatan Kedungbanteng. Kesembilan ulama itu antara lain
KH Mohammad Thoha Alawy Al Hafidz (Karangsalam Kidul), KH Afif Syahri (Dawuhan Wetan), KH Tafsir Wahyudin (Kalisalak), K Muhammad Yusuf (Kutaliman), KH Atiq Nururrobani (Kedungbanteng), Kiai Hamdani (Dawuhan Kulon), Kiai Muslimin Sam'ani (Karangnangka), dan Kiai Sufyan Sauri (Kedungbanteng).

"Malam hari ini kami hadir untuk turut berdoa mohon pertolongan kepada Allah SWT bersama-sama warga NU dan para alumni SMP Diponegoro 3," kata Imam Santosa, salah satu tokoh masyarakat Kedungbanteng.

Sebagai informasi, upaya penolakan warga NU atas rencana perubahan nama SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng menjadi SMP Al Azhar akan terus dilakukan hingga benar-benar berhasil.

Baca Juga: Al Ghazali Kalap Pertama Kali Makan Telur Gulung, Sampai Habis 50 Tusuk

"Kami telah sepakat, penolakan perubahan nama SMP Diponegoro 3 akan terus dilakukan tanpa batas waktu, kecuali MoU antara Yayasan Al Hidayah dan Al Azhar dibatalkan," ucap Imam Santosa.

Sebagaimana diberitakan, Ketua Yayasan Al Hidayah Purwokerto dan Ketua Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta telah menandatangani MoU pada 3 Januari silam. MoU tersebut setidaknya telah memicu dua kali aksi penolakan.

Pertama, aksi warga NU Kedungbanteng yang secara tegas menolak dengan memasang beberapa spanduk pada Kamis, 2 Februari 2023.

Aksi serupa dilakukan 50-an perwakilan alumni SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng pada Minggu, 5 Februari 2023.

Mereka menolak rencana pengurus Yayasan Al Hidayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang akan mengubah nama SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng menjadi SMP Al Azhar sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta pada tanggal 3 Januari 2023. ***

Load More