PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Ratusan pasien yang biasa cuci darah atau hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Cilacap mengeluh. Mereka mengeluh karena mereka tidak bisa lagi cuci darah menggunakan BPJS di RSI Fatimah setelah BPJS Kesehatan menghentikan kerja sama dengan RSI Cilacap.
Atas pemutusan kerja sama tersebut, dampaknya langsung dirasakan oleh para pasien. Pasien yang terbiasa dilayani dengan baik di RSI Cilacap, kini harus dirujuk ke RS lainnya, bahkan sampai ke luar kota Cilacap seperti Majenang dan Banyumas. Tentu saja, kondisi itu membuat pasien harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar. Berbeda dengan saat masih dilayani di RSI Cilacap.
Salah seorang istri dari pasien HD, Sintawati, mengakui karena RSI tidak lagi melayani HD, maka dirinya harus pindah ke RS di Banyumas. “Suami saya usianya sudah hampir 70 tahun. Bahkan, di RSI Fatimah Cilacap sudah 6 tahun menjalani HD, karena saya warga Cilacap. Namun sekarang harus dirujuk ke Banyumas. Perjalanannya saja 1,5 jam. Itu belum kalau kondisi suami kurang bagus. Makin lelah, perjalanan pulang pergi jauh,”ungkap Sintawati.
Dia meminta kepada RSI Fatimah untuk kembali menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Saya minta supaya RSI Fatimah kembali kerja sama. Sehingga pasien dan keluarganya tidak repot untuk ke mana-mana. Minta tolong RSI kerja sama kembali, demi pasien dan keluarganya. Minta tolong,”ujarnya.
Tak hanya itu, anak seorang pasien HD lainnya, Ani, mengatakan setelah dipindah ke RS lainnya, pelayanan sungguh berbeda. “Kami terbiasa mendapat pelayanan baik di RSI Fatimah. Namun, setelah harus pindah, pelayanan di RS sekarang sangat berbeda. Sudah ruangannya sempit, sampai ibu saya mengeluarkan keringat dingin,”ungkap Ani.
Dia berharap, RSI Fatimah secepatnya bekerja sama dengan dengan BPJS Kesehatan. “Kami berharap segera direalisasikan, karena kami sudah cocok dengan pelayanan RSI Fatimah,”katanya.
Sedangkan pasien lainnya, Soimah, menanyakan kepada RSI Fatimah kapan lagi S setempat bekerja sama lagi dengan BPJS Kesehatan. “Sebab di RS rujukan sekarang sangat berbeda dengan RSI Fatimah. Kalau untuk HD, repot banget,”katanya.
Dia berharap, supaya RSI Fatimah Cilacap segera bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga dirinya kembali dilayani di RS setempat. “Tolonglah supaya RSI Fatimah kembali bekerja sama lagi dengan BPJS Kesehatan,”tambahnya.
Perawat HD RSI Fatimah Cilacap Tosix Tandany mengakui banyak pasien terutama yang terbiasa dilayani HD di RSI Fatimah Cilacap complain. “Banyak yang mengirim WA dan bertanya kepada kami. Umumnya, mereka mengeluhkan layanan HD di tempat yang baru. Tidak etis kalau menyebut RS-nya. Namun, intinya para pasien bisa membandingkan layanan di tempat kami dengan RS lainnya. Mereka mengatakan kalau pelayanan RSI Fatimah sangat baik,”katanya.
Baca Juga: Jadi Predator Seksual Berkedok 'Tuhan', Apakah Jung Myung Seok Masih Hidup?
Selain itu, lanjutnya, mereka berharap agar RSI Fatimah segera bisa bekerja sama kembali dengan BPJS Kesehatan. Permintaan tersebut sudah direspons oleh para pimpinan di RSI Cilacap. “Begitu mendengar ada keluhan dari pasien, para pimpinan RSI Fatimah Cilacap sudah mulai berusaha menjalin kerja sama kembali. Ini semua demi pasien dan keluarganya. Mudah-mudahan permintaan pasien bisa terealisasi nantinya,”ujarnya.
Sementara Ketua Yayasan RSI Fatimah Cilacap Muhamad Husni mengatakan pihaknya telah merespons permintaan pasien untuk kembali bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga bisa menerima kembali pasien BPJS.
“Kami sudah berusaha kembali untuk bisa memenuhi syarat supaya dapat bekerja sama kembali dengan BPJS Kesehatan. Kami sudah siap untuk melengkapi berbagai persyaratan sehingga dapat kembali bekerja sama. Mudah-mudahan, keluhan para pasien dapat terjawab secepatnya dengan adanya realisasi kerja sama RSI Fatimah dan BPJS Kesehatan. Semoga saja, prosesnya bisa berlangsung cepat dan kami siap untuk melengkapi berbagai syarat yang ada,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Mayapada Healthcare Donasikan Rp5 Miliar untuk Bantu Peserta JKN Menunggak
-
Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Di Berbagai Tempat, Cilacap Paling Sering
-
Perubahan BPJS dalam RUU Cipta Kerja Kesehatan
-
Tingkatkan Pelayanan, Peserta BPJS di Semarang Tak Perlu Lagi Bawa Kartu, Cukup dengan KTP
-
Apindo Harap BPJS Kesehatan Tidak Meminta Beban Biaya Tambahan Pemberi Kerja
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Disorot Terlalu Santai Jelang Piala Dunia 2026, Ini Respons Timnas Portugal
-
3 Serum Tranexamic Acid untuk Hempas Bekas Jerawat Membandel, Ini Review Jujur Pembeli
-
Ruben Amorim Resmi Jadi Pelatih Baru AC Milan, Ambisinya Terwujud
-
Pecahkan Rekor Gol Prancis, Kylian Mbappe: Saya Bermain untuk Cetak Sejarah
-
Fokus Hadapi Panama, Pelatih Ghana Ogah Komentari Kasus Thomas Partey
-
Banding Ditolak Pengadilan Kanada, Thomas Partey Gagal Bela Ghana di Piala Dunia 2026
-
Sudah Dua Kali Berhadapan, Striker Kongo Tak Sabar Hadapi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal: Semua akan Berjalan Seperti yang Kami Harapkan
-
Erling Haaland Langsung Jadi Starter saat Norwegia Hadapi Irak di Piala Dunia 2026
-
Prancis Tundukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Pecahkan Rekor