/
Kamis, 23 Maret 2023 | 11:25 WIB
Mesut Ozil ((Instagram @M10_Official))

Kerativitas itu tak hanya Dia terapkan di dalam lapanga, tetapi di luar lapangan. Ozil dikenal sebagai wirausahawan kreatif dengan banyak usaha bisnisnya sendiri.

Dia memiliki perusahaan streetwear M10 dan tim olahraganya, dia juga memiliki jaringan kedai kopi dan klinik olahraga. Dia juga memiliki saham di klub sepak bola Meksiko Necaxa sebagai bagian dari kesepakatan kepemilikan.

Jadi Korban Perampokan

Kala membela klub Arsenal, Mesut Ozil sempat mengalami kejadian mengerikan. Dia ditodong dua pria bersenjata dan bertopeng saat sedang berkendara dengan rekan setimnya di Arsenal, Sead Kolasinac.

Arsenal menerima rekaman CCTV dan menyewa penyelidik untuk menemukan perampok tersebut. Polisi menangkap dua pria lain di luar rumah Mesut Ozil dengan dakawaan pelanggaran ketertiban umum.

Teman Baik Presiden Turki

Mesut Ozil diketahui memiliki kedekatan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dalam pernikahannyadengan mantan Miss Turki, Amine Gulse, Sang presiden menjadi saksi. Dalam beberapa kesempatan, Ozil juga beberapa kali bertemu Erdogan.

Kisah Cinta yang Rumit

Sebelum menikahi Amine Gulse di Istanbul pada 8 Juni 2019 lalu, kehidupan asmara Mesut Ozil cukup rumit dan penuh lika-liku.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Imam dari Masjid Agung Keraton Surakarta

Ozil sempat berkencang dengan perempuan bernama Mandy Capristo, tetapi akhirnya putus karena dituduh selingkuh.

Dia kemudian berkencan dan kemudian menikah dengan Amine Gulse, seorang aktris Turki-Swedia. Mereka menikah pada 2019.

Pensiun Dini dari Timnas Jerman

Pada 2018, secara mengejurkan, Ozil memutuskan pensiun dari Timnas Jerman setelah terlibat perdebatan bernuansa politis menyusul hujan kritik akibat berfoto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menerima banyak kritik dari penggemar, media dan bahkan rekan satu timnya.

Dia dan likay Gundogan, sesama pemain Jerman keturunan Turki, berfoto bersama presiden Turki.

Insiden dianggap sebagai bentuk dukungan politik untuk Erdogan dan kebijakannya, dan para pemainnya dituduh kurang setia kepada Jerman.

Load More