PURWOKERTO.SUARA.COM – Pendakian gunung memang selalu memiliki resiko yang tinggi, sehingga persiapannya harus dilakukan secara matang.
Satu resiko yang mengancam pendaki ialah terjadinya Hipotermia yang merupakan kondisi medis yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal karena paparan suhu dingin yang berlebihan.
Kondisi ini sangat berbahaya terutama jika terjadi di pegunungan karena bisa menyebabkan kerusakan organ vital dan kematian jika tidak segera ditangani dengan benar.
Dikutip dari Kanal YouTube Prasodjo Muhammad pada Kamis 23 Maret 2023, berikut lima cara mengatasi hipotermia saat berada di pegunungan sesuai saran medis.
1. Pindahkan ke tempat yang hangat
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera pindahkan korban ke tempat yang hangat, seperti tempat berlindung atau tenda.
Hindari paparan suhu dingin dan angin kencang. Pastikan korban tetap kering dan selalu menggunakan pakaian yang hangat.
2. Berikan minuman yang hangat
Berikan minuman hangat, seperti teh atau minuman berenergi, untuk membantu menghangatkan tubuh korban.
Baca Juga: Ungkap Kepergiaannya dari MU, Ronaldo Mengaku Kondisinya Lebih Baik
Hindari memberikan minuman beralkohol atau kafein karena dapat memperburuk kondisi hipotermia yang nantinya bakal mengancam jiwa.
3. Berikan makanan yang mengandung kalori tinggi
Berikan makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti cokelat atau kacang-kacangan, untuk membantu meningkatkan suhu tubuh.
Hindari memberikan makanan yang sulit dicerna karena dapat mengurangi suhu tubuh saat ia sudah sadar dari hiptermia.
4. Gunakan body warmer atau selimut
Gunakan body warmer atau selimut untuk membantu meningkatkan suhu tubuh korban. Letakkan di bawah pakaian korban agar hangatnya bisa menyebar ke seluruh tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026