PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen menertibkan pengamen, gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) di sejumlah ruas jalan kota Kebumen dan sekitarnya, Sabtu 15 April 2023.
Petugas mengitari sejumlah persimpangan ruas jalan yang sering digunakan tempat mangkal pengamen, gelandangan dan pengemis, termasuk di masjid atau tempat ibadah. Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengangkut puluhan pengamen, gelandangan dan pengemis.
Sekretaris Dinas Satpol PP Kebumen Sugito Edi Prayitno yang memimpin operasi ini menyatakan, razia diadakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat pada bulan suci Ramadhan, termasuk menjaga kesiapan dan keamanan Hari Raya Idul Fitri.
"Pada bulan Ramadhan ini sering kali banyak ditemukan pengamen, anak jalanan, gelandangan dan juga pengemis di jalan-jalan perkotaan, tadi sudah kita tertibkan, totalnya ada 30 orang yang kita amankan . Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat selama bulan Ramadhan,"ujar Gito.
Gito menuturkan, kegiatan penertiban ini akan terus ditingkatkan sampai Hari Raya Idul Fitri. Ia memprediksi akan banyak pengemis dari dalam kota maupun luar kota yang berkeliaran di Kebumen. Pihaknya siap untuk melakukan penertiban di sejumlah titik yang menjadi pusat kegiatan mereka.
"Para pengamen, anak jalanan, dan pengemis ini akan dilakukan pembinaan. Selanjutnya akan kita serahkan kepada pihak keluarga agar bisa dibina lebih lanjut. Kalau mereka tidak punya rumah atau keluarga, akan kita bawa ke rumah singgah," ucap Gito.
Gito menyebutkan, Pemda Kebumen memiliki Perda No 4 Tahun 2020 yang melarang pengamen, pengemis, dan gelandangan melakukan aktivitas di tengah masyarakat. Demikian juga masyarakat juga dilarang untuk memberikan uang atau suatu hadiah kepada mereka.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberi uang kepada pengamen, gelandangan dan pengemis karena hal itu tidak mendidik, dan hal itu jelas dilarang dalam Perda No 4 tahun 2020,” ujar Gito.
Ia berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memberikan efek jera kepada mereka agar tidak lagi melakukan kegiatan yang melanggar aturan, sehingga Kebumen bisa bersih dari pengamen, pengemis, gelandangan atau anak jalanan. (Irumacezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?
-
Jangankan Diundang, Inara Rusli Bahkan Tak Tahu Virgoun Menikah dengan Lindi Fitriyana