PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Hak memilih sebagai bagian hak politik publik merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat. Dengan hak pilih itu, publik bisa menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpin republik ini.
Karena itu, hak memilih menjadi penting untuk terdistribusi secara adil. Yang punya hak pilih harus bisa memilih pada pemilihan umum 2024 mendatang, terlepas ia akan menggunakan haknya atau sebaliknya.
Sebagai bagian dari jaminan atas hak pilih itu maka publik harus kritis dengan aktif mencermati daftar pemilih sementara (DPS) yang kemudian akan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sesuai jadwal, tahapan pemilu saat ini sampai pada uji publik.
Publik dituntut aktif menyampaikan masukan dan tanggapan atas daftar pemilih sementara hasil kerja KPU di daerah. Saat ini masih tersisa tujuh hari untuk publik memberikan masukan dan tanggapan.
Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Purbalingga, Catur Sigit Prasetyo menjelaskan, masukan dan tanggapan dari masyarakat memiliki peranan penting untuk melindungi hak pilih seseorang.
"Masukan dan tanggapan terhadap DPS (daftar pemilih sementara) itu penting untuk memastikan seseorang terdaftar sebagai calon pemilih pada pemilu 2024 nantinya," kata Catur.
Masyarakat bisa mengcek langsung apakah sudah terdaftar sebagai calon pemilih lewat pengumuman DPS di setiap balai desa atau tempat strategis lain di desa.
"KPU melalui PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) sudah memasang pengumuman DPS di masing-masing wilayah, silakan dicermati," ujarnya.
Selain melalui pengumuman di tempat-tempat umum, masyarakat juga bisa mengecek daftar pemilih sementara lewat website resmi yaitu https://cekdptonline.kpu.go.id.
Baca Juga: Virgoun Love Bombing dan Silent Treatment Istri Agar Boleh Poligami, Tanda Orang Manipulatif?
"Pengecekan juga bisa dilakukan lewat website resmi dengan memasukan NIK. Nanti akan muncul notifikasi apakah sudah terdaftar atau belum," katanya.
Catur menjelaskan apabila belum terdaftar dalam DPS, segera sampaikan tanggapan dan masukan ke KPU lewat PPS atau PPK.
"Yang tidak ada datanya bisa koordinasi langsung dengan PPS di desa masing-masing atau lewat PPK," katanya.
Namun, masukan dan tanggapan harus disertai dokumen bukti otentik seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau KK (Kartu Keluarga).
"Dokumen bukti diperlukan agar masukan dan tanggapan bisa diproses di KPU," ungkapnya.
Catur mengatakan, hak konstitusional setiap warga negara Indonesia harus dijaga baik-baik. Sebab, suara publik akan menentukan legitimasi atas pemimpin terpilih nantinya.
"Hak pilih merupakan hak konstitusi setiap warga negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat sebagai calon pemilih. Hal itu perlu dijaga baik-baik," ucapnya.
Sementara itu, Ryan Dwi Hangga Anggota PPK Bojongsari menambahkan pentingnya peran PPS dalam melakukan pemutakhiran data pemilih. Tujuannya agar data calon pemilih akurat dan valid.
"PPS harus aktif menjalankan tugas, seperti jika ada orang yang terdaftar di DPS dan ternyata sudah meninggal, segera laporkan ke PPK disertai bukti surat kematian," katanya.***
Berita Terkait
-
Dinamika Politik Makin Memanas, Gibran Tegaskan ASN Pemkot Solo Tak Terpancing
-
Survei SMRC: PPP, PSI dan PAN Tak Lolos Ambang Batas Parlemen
-
Heboh, Mobil Terjun Bebas ke Kebun Warga di Penambongan Purbalingga Gegara Sopir Ngantuk
-
Wong Purbalingga Bisa Balik Mudik Gratis, Ini Jadwal Keberangkatan dan Cara Mendaftarnya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien