PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Banyuwangi Pantai Sukamade di Kecamatan Pesanggaran merupakan salah satu tempat wisata alam yang sangat menarik.
Salah satu daya tarik utama pantai ini adalah tempat pembiakan penyu yang menjadi habitat alami dari penyu-penyu yang berenang di perairan sekitar Pantai Sukamade.
Dikutip dari Kanal YouTube Arsal Bahtiar pada Rabu 10 Mei 2023, pengelolaan wisata di Pantai Sukamade dilakukan oleh kerjasama Pemkab, masyarakat dan TN Meru Betiri.
Melalui program konservasi penyu bertujuan untuk melestarikan penyu sebagai satwa yang dilindungi dan mengembangkan wisata alam yang berkelanjutan di kawasan Pantai Sukamade.
Untuk pengelolaan wisata di Pantai Sukamade, pemerintah dan masyarakat setempat juga berusaha menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata dan pelestarian lingkungan serta satwa penyu.
Upaya konservasi yang berkelanjutan, diharapkan Pantai Sukamade dapat menjadi destinasi wisata alam yang tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.
Berikut beberapa aktivitas wisata alam yang dapat dilakukan di Pantai Sukamade
1. Melihat proses penyu bertelur
Pada bulan tertentu saat malam, penyu-penyu datang ke pantai ini untuk bertelur. Wisatawan dapat menyaksikan proses penyu bertelur yang sangat menarik dan langka ini.
Baca Juga: Jelang Pemberangkatan Jemaah Haji, Kesiapan Embarkasi Surabaya jadi Atensi Berbagai Pihak
2. Menyaksikan penyu menetas
Selain menyaksikan proses bertelur, wisatawan juga dapat menyaksikan proses menetasnya telur penyu dan pembebasan anak penyu ke laut.
3. Mengamati penyu di alam liar
Selain aktivitas di pantai, wisatawan juga dapat melakukan trekking di hutan sekitar Pantai Sukamade untuk melihat penyu di alam liar.
4. Mengunjungi penangkaran penyu
Tidak jauh di dekat pantai terdapat penangkaran penyu yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari upaya konservasi penyu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026