PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Persatuan muda mudi ngunjuk tuak, mungkin nama ini yang akan dipakai jika sekelompok pemuda di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga membuat perkumpulan. Musababnya, mereka memang gemar ngombe tuak.
Apesnya, mereka digerebek polisi saat asik pesta tuak pada Rabu (14/6/2023) malam. Gara-garanya ada seseorang yang ngadu ke polisi bahwa mereka sedang minum-minuman keras.
Hal ini diakui Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, yang mengatakan saat sedang melaksanakan patroli, anak buahnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sejumlah orang sedang pesta miras di depan rumah warga di Desa Kembangan.
"Mendapatkan informasi tersebut, kemudian anggota mengecek ke lokasi dimaksud. Di lokasi benar ditemukan ada lima orang sedang pesta miras," kata Rohmat.
Disampaikan bahwa lima pemuda tersebut terdiri dari empat orang laki-laki dan satu perempuan. Masing-masing TS (41), JF (25), DI (30), LI (26). Keempatnya warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.
Sementara satu orang berjenis kelamin perempuan berinisial FD (27), warga Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara.
"Lima pemuda tersebut kemudian kami amankan ke Polsek Bukateja berikut barang bukti sisa miras jenis tuak yang belum habis diminum," ujarnya.
Kelima pemuda ini kemudian mendapat pembinaan dari pak polisi. Mereka pun tak berkutik selain mendengarkan nasihat pak polisi.
Setelah kenyang mendengar nasihat pak polisi, kelimanya kemudian membuat surat pernyataan kesediaan dan komitmen tidak mengulangi lagi perbuatannya.
Baca Juga: Bonus Puluhan Juta Menanti Atlet Purbalingga yang Raih Emas di Porprov Jateng 2023
"Kami berharap setelah dilakukan langkah pembinaan, para pemuda tersebut tidak mengulangi lagi perbuatannya," ucap kapolsek.
Namun apa benar mereka kapok hanya dengan pembinaan. Semoga kelak mereka tidak mengulangi, apalagi sampai membentuk perkumpulan muda mudi ngunjuk tuak. Na'uzubillah, summa na'uzubillah.***
Berita Terkait
-
Bonus Puluhan Juta Menanti Atlet Purbalingga yang Raih Emas di Porprov Jateng 2023
-
Rahasia Mutingah Calon Jemaah Haji Tertua dari Purbalingga, Usia 97 Tahun Tetap Bugar
-
Tak Hanya Pintar Ngaji, Siswa Minhajut Tholabah Purbalingga Juara Kontes Robot Dunia
-
Silpa Pemkab Purbalingga Tahun 2022 Capai Rp 113 Miliar, Ini Rinciannya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
7 Fakta Maling Motor Ajian Welut Putih di Kudus, Ternyata Ngumpet di Rumah Orang Tua
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Film Komedi Wild Sing Umumkan Tayang 3 Juni, Comeback Grup Co-Ed Legendaris
-
El Rumi dan Syifa Hadju Urus Berkas di KUA, Akad Nikah Fix Digelar di Bali?
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?